Andien Bangun Sekolah Gratis Kelima, Rogoh Modal dari Royalti Lagu

Andien Bangun Sekolah Gratis Kelima, Rogoh Modal dari Royalti Lagu

Muhammad Ahsan Nurrijal - detikHot
Senin, 12 Okt 2026 17:07 WIB
Diskoria feat Andien tampil dalam acara Perayaan HUT Ke-498 Kota Jakarta di Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (22/6/2025).
Andien Aisyah Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Musisi Andien Aisyah kembali memperluas aksi sosialnya di bidang pendidikan dengan meresmikan cabang kelima Sekolah Anak Percaya. Kali ini, fasilitas belajar bebas biaya tersebut didirikan di kawasan Kampung Apung, Jakarta, yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai pengupas kerang.

Gerakan ini pertama kali diinisiasi Andien pada 2022 di Kampung Pemulung, Pondok Kopi, Jakarta Timur. Pendanaan awal proyek tersebut bersumber dari penjualan royalti aset digital salah satu karya musiknya yang berjudul 'Percaya'.

"Waktu itu lagi zaman COVID, terus aku menjual lagu ini royaltinya secara NFT. Hasil dari NFT tersebut kemudian kami jadikan modal untuk mendirikan Sekolah Anak Percaya," kata Andien saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (11/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Realisasi pendirian sekolah gratis itu rupanya melalui tahapan yang tidak singkat. Pemilik nama lengkap Andien Aisyah ini membeberkan timnya memerlukan waktu pendekatan hingga satu tahun penuh sejak Oktober tahun lalu demi membangun kepercayaan warga setempat sebelum kegiatan belajar mengajar resmi berjalan.

ADVERTISEMENT

"Dari tahun lalu itu PDKT-nya setahun untuk kita bisa menyelenggarakan proses belajar mengajar di kampung tersebut," tuturnya.

Dia mengungkapkan bahwa penemuan lokasi ini bermula dari keprihatinannya melihat tingginya angka anak putus sekolah di wilayah perairan tersebut.

Pelantun lagu Sahabat Setia itu juga menyadari tantangan membuka ruang belajar di kawasan pemukiman padat tidak sebatas persoalan minat belajar anak. Kendala birokrasi dan status kependudukan warga kerap menjadi penghalang utama yang membuat pihak lain enggan masuk.

"Masalahnya sangat berlapis, bukan hanya kemauan akan mengenyam pendidikannya saja, tapi juga ada banyak masalah mengenai misalnya administrasi kependudukan dan lain-lain," jelasnya.

Menghadapi kompleksitas masalah tersebut, Andien menegaskan komitmennya untuk memilih terjun langsung mencari jalan keluar bersama masyarakat.

"Ya udah kalau memang belum ada solusinya, justru aku yang ingin jadi solusinya. Yuk kita cari solusinya bareng," pungkasnya.



(ahs/pus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads