Jaja Mihardja, mengaku punya tanggung jawab besar setelah disebut sebagai maestro dan legenda di dunia hiburan Tanah Air.
Meski begitu, ia bersyukur masih mendapat tempat di hati masyarakat hingga saat ini.
"Sebab kalau udah legend kan aduh, gimana ya? Mesti sepak terjangnya mesti bener-bener. Itu aja. Penjagaan. Ayah mesti hati-hati," kata Jaja Mihardja saat ditemui di Studio FYP Trans 7, Warung Buncit, Jakarta Selatan, kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga mengungkapkan, alasan masih bertahan di dunia hiburan hingga sekarang. Menurutnya, kecintaan masyarakat menjadi salah satu hal yang membuatnya tetap eksis.
"Kan kebetulan memang bidang Ayah di situ. Dagang-dagang gak bisa. Kecuali di sini," tuturnya.
Selain tetap aktif di dunia hiburan, Jaja juga sempat terlibat dalam pertunjukan lenong yang melibatkan anak-anak muda dari berbagai daerah. Ia mengaku bangga melihat generasi muda mau mempelajari seni dan bahasa Betawi.
"Tantangannya bagus. Kita bangga juga, anak daerah bisa mau mahir bahasa Betawi. Bagus, mainnya bagus, pembahasannya bagus," ujarnya.
Sementara itu soal penampilan, Jaja mengaku masih ingin mempertahankan gaya lamanya. Ia pun menyadari rambutnya kini mulai dipenuhi uban.
"Iya, Ayah maunya begitu. Sekarang belum sempat, udah ubanan nih kayaknya. Uban, mau uban," pungkasnya.










































