Artis Diah Permatasari telah menggelar Panggung Gembira di LosAngeles, Amerika Serikat. Acara yang memperkenalkan kekayaan budaya dan produk Indonesia itu dikatakannya sukses besar.
Diah yang untuk pertama kalinya dipercaya menjadi Project Director menyebut Panggung Gembira diadakan pada 12 September lalu bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Los Angeles. Acara itu tidak hanya menghadirkan bazar dan fashion show, tetapi juga menjadi ajang pertemuan diaspora Indonesia melalui rangkaian pertunjukan budaya dan hiburan.
Berbagai kegiatan ditampilkan oleh Diah Permatasari, mulai dari tari-tarian, pencak silat, festival kuliner Indonesia, hingga panggung hiburan. Sementara itu, area bazar menghadirkan sejumlah produk wastra dan UMKM Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diah mengungkapkan antusiasme pengunjung jauh melampaui ekspektasi. Acara yang semula direncanakan selesai lebih awal justru dikatakannya berlangsung lebih lama karena masyarakat masih berdatangan dan menikmati rangkaian kegiatan.
"Alhamdulillah acaranya sukses banget. Antusias masyarakat luar biasa. Kita sebenarnya sudah menjadwalkan acara selesai, tetapi karena masyarakat masih sangat antusias, akhirnya baru benar-benar bubar sekitar setengah delapan malam," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (18/9/2026).
Dalam Panggung Gembira, Diah Permatasari mengungkapkan membawa sejumlah produk, antara lain kebaya, kain, tas berbahan tenun, serta berbagai produk UMKM. Jumlah tenant yang berpartisipasi sekitar 10 tenant karena adanya keterbatasan akses dan proses perjalanan dari Indonesia ke Amerika Serikat.
"Yang kita bawa memang tidak terlalu banyak. Kurang lebih ada sekitar 10 tenant. Karena untuk membawa orang dari Indonesia ke Amerika juga tidak mudah, terutama karena persoalan visa. Alhamdulillah habis semuanya," katanya.
Diah bahkan mengatakan warga-warga Amerika turut tertarik untuk membeli, melihat, dan menikmati hiburan di Panggung Gembira. Bintang film Si Manis Jembatan Ancol itu sampai takjub.
"Kita sampai kewalahan. Mereka datang beramai-ramai dan masih mencari barang kita. Dari situ saya merasakan bahwa mereka memang mencintai produk Indonesia, baik wastra maupun UMKM. Buat saya, ini bukan hanya soal menjual barang. Saya ingin menunjukkan bahwa wastra Indonesia ternyata menarik untuk dikenakan dan bisa diterima oleh masyarakat di luar Indonesia," tuturnya.
Setelah sukses menggelar event di Amerika, Diah Permatasari tidak ingin berhenti. Ia telah mempersiapkan rencana untuk membawa konsep serupa ke negara lain.
"Kepenginnya sebelum akhir tahun bisa ke sana. Mungkin Asia dulu, karena perjalanan ke Amerika cukup panjang. Tetapi saya tetap melihat situasi dan kondisi karena untuk membuat acara seperti ini kita juga membutuhkan orang-orang yang membantu," pungkasnya.










































