Diah Permatasari Boyong Budaya Indonesia ke Los Angeles di Panggung Gembira

Diah Permatasari Boyong Budaya Indonesia ke Los Angeles di Panggung Gembira

Mauludi Rismoyo - detikHot
Senin, 07 Sep 2026 18:39 WIB
diah permatasari
Diah Permatasari Boyong Budaya dan UMKM Indonesia ke Los Angeles lewat Panggung Gembira. (Foto: ist)
Jakarta -

Semangat memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke kancah internasional bersiap diwujudkan aktris senior Diah Permatasari. Memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, bintang film Si Manis Jembatan Ancol itu menggandeng Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Los Angeles dan masyarakat diaspora untuk menggelar rangkaian acara kebudayaan bertajuk Panggung Gembira.

Dalam acara yang dijadwalkan berlangsung pada 12 September mendatang di Los Angeles, Amerika Serikat, Diah dipercaya memegang peran penting sebagai Project Director. Rangkaian kegiatan ini dirancang sebagai ruang silaturahmi sekaligus sarana promosi budaya, hiburan, kuliner, hingga fashion khas Tanah Air.

Panggung Gembira dikatakan Diah Permatasari tidak hanya menyajikan bazar kuliner Nusantara, tetapi juga menggelar fashion show yang melibatkan mahasiswa Indonesia di Los Angeles sebagai model. Keterlibatan generasi muda diaspora ini menjadi ajang kolaborasi sekaligus memberikan pengalaman langsung dalam membawa nama Indonesia di tingkat internasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, Diah memboyong berbagai produk kreasi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia. Salah satu produk unggulannya adalah tas berbahan tenun tradisional yang dibanderol dengan harga ramah di kantong, yakni di bawah US$50 atau Rp 881 ribu.

"Bukan semata-mata soal perdagangan, ada misi kebudayaan yang ingin disampaikan lewat setiap produk," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (7/9/2026).

ADVERTISEMENT

Aksi sosial dan budaya ini murni digagas atas dasar komitmen pribadi. Diah Permatasari bersama tim menanggung seluruh biaya pelaksanaan kegiatan tanpa menggunakan anggaran atau pembiayaan dari negara.

"Yang penting kita bisa ikut memajukan bangsa dan bisa menghibur masyarakat Indonesia yang ada di sana," ujarnya.

Rangkaian ajang promosi ini pun berlanjut pada 13 September di sebuah gedung bergaya Art Deco. Berbeda dari hari pertama yang berfokus pada diaspora, acara hari kedua disiapkan khusus untuk menjangkau masyarakat lokal Amerika Serikat dan audiens internasional yang lebih luas.

Misi kebudayaan yang dibawakan Diah Permatasari juga merambah dunia perfilman. Sebagai bentuk hiburan dan nostalgia bagi warga Indonesia di perantauan, ia berencana memutar film-film Indonesia klasik, salah satunya Warkop secara gratis.

Tak cuma film klasik, Diah juga tengah mengupayakan pemutaran film Rego Nyowo. Pemutaran film tersebut saat ini masih dalam proses penyesuaian regulasi lantaran berkaitan dengan hak tayang di platform streaming Netflix.

"Melalui acara ini tentu saya berharap masyarakat dunia dapat melihat Indonesia tidak hanya sekadar destinasi wisata, tetapi juga dari kekayaan karya, kreativitas, dan budaya masyarakatnya," pungkasnya.



(mau/wes)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads