Maudy Ayunda Disorot Gegara Dianggap Tone Deaf

Maudy Ayunda Disorot Gegara Dianggap Tone Deaf

Nugraha - detikHot
Senin, 14 Sep 2026 12:15 WIB
Maudu Ayunda berkebaya
Maudy Ayunda. Foto: Instagram @maudyayunda
Jakarta -

Maudy Ayunda, mendapat sorotan setelah membahas cara menjaga kesehatan mental di tengah derasnya kabar buruk dari Indonesia. Niat membicarakan mindfulness, justru membuatnya berhadapan dengan kritik mengenai privilese dan kepekaan sosial.

Perbincangan itu bermula dari, video YouTube Maudy berjudul Mindfulness in the Age of Bad News yang diunggah pada 21 Agustus 2026.

Dalam video tersebut, Maudy, mencoba membahas bagaimana seseorang dapat menjaga kesehatan mental ketika berbagai informasi negatif datang silih berganti. Ia menyinggung persoalan yang sedang terjadi di Indonesia, termasuk bencana alam, kelangkaan BBM, kebakaran hutan, hingga masalah yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Namun, bagi sebagian netizen, persoalannya bukan pada pembahasan soal kesehatan mental. Mereka mempermasalahkan sudut pandang Maudy.

Sejumlah komentar di YouTube Maudy pun mempertanyakan cara berbagai masalah itu ditempatkan sebagai kabar buruk.

Komentar lainnya bahkan menggambarkan, adanya kontras antara suasana dalam video dengan realitas yang sedang dihadapi sebagian masyarakat.

"Sakit hati bgt ngeliat dia sarapan sehat, enak senyum2 sementara org lain banyak kesusahan dan dia 'ga nyaman' dengan berita org lain kesusahan. Gila lu modi," tulis netizen.

Perdebatan kemudian sampai pada satu kata yang menjadi titik penting dalam kontroversi ini, yakni privilese.

Kritik tersebut kemudian mendapat respons dari Maudy. Ia menyadari, pembahasan mengenai privilese dalam mengambil jarak dari pemberitaan belum mendapat porsi yang cukup dalam konten sebelumnya.

"Bisa menjauh dari pemberitaan itu sendiri merupakan sebuah keistimewaan. Tidak semua orang punya pilihan itu, terutama ketika apa yang terjadi berdampak langsung pada kehidupan, keluarga, pekerjaan, atau komunitasnya. Aku minta maaf karena bagian ini belum cukup aku refleksikan di videonya," tulis Maudy Ayunda memberikan klarifikasi di konten YouTube-nya.

Maudy menegaskan, pembahasan mengenai mindfulness tidak dimaksudkan untuk mengajak orang bersikap tidak peduli terhadap keadaan di sekitarnya.

Ia mengatakan dirinya memahami bahwa sejumlah persoalan yang terjadi saat ini memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Bencana alam, kebakaran hutan, hingga kebijakan dan program yang dinilai tidak tepat sasaran kembali ia singgung dalam penjelasannya.

"Aku sama sekali tidak ingin mindfulness menjadi alasan untuk tidak peduli atau menjauh dari realita yang ada. Apalagi ajakan untuk berdiam diri, ataupun melihat keadaan seolah-olah baik-baik saja," tegas Maudy.

Maudy memilih menerima kritik yang muncul dari kontennya tersebut. Ia menyebut masukan warganet sebagai perspektif tambahan yang membuatnya kembali mengevaluasi apa yang disampaikan.



(nu2/wes)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads