Kata Staf Kelab Saat Betrand Peto Dituduh Lakukan Kekerasan Seksual

Kata Staf Kelab Saat Betrand Peto Dituduh Lakukan Kekerasan Seksual

Desi Puspasari - detikHot
Senin, 14 Sep 2026 11:25 WIB
Ruben Onsu ulang tahun
Ruben Onsu unggah penjelasan staf kelab di malam kejadian Onyo disebut lakukan kekerasan seksual. Foto: dok instagram Ruben Onsu
Jakarta -

Ruben Onsu gak diam saja melihat Betrand Peto dilaporkan terkait tuduhan kekerasan seksual. Lewat akun Instagram pribadinya, Ruben mengunggah video keterangan dari staf kelab yang bertugas pada malam kejadian itu.

Dilihat dari akun Instagram Ruben Onsu, penjelasan pertama diungkapkan oleh Jakaria yang bertugas sebagai server.

"Kejadian malam itu ada tiga cewek masuk ke dalam room. Mereka have fun, akhirnya gue tinggal ke lounge, pas datang lagi ada satu cewek menangis. Saya tanyakan, 'Ada apa ini?', kepada si BP. BP bilang, 'Gak apa-apa biar saya yang nenangin'. Saya merasa ada tanggung jawab di situ, jadi saya tanya lagi, 'Kenapa?'," kata Jakaria dilihat pada Senin (14/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, seorang teman ANW yang saat malam kejadian mengalami luka robek di kuping, kata Jakaria tersulut emosi. Perempuan itu marah-marah dan gak terima ANW menangis.

ADVERTISEMENT

Sempat dikeluarkan dari room tempat Betrand Peto dan kawan-kawan, teman ANW kembali masuk dan marah-marah dengan teman Betrand Peto. Teman ANW disebut sempat diminta keluar karena dianggap terlalu ribut.

"Masuk ke dalam room lagi, marah-marah dengan omongan tinggi ke si A (teman Onyo). Teman Onyo, 'Jangan kampungan, kalau bikin ribut mending keluar aja sana!'. Akhirnya ada cewek si A nyamperin misahin," tuturnya.

Akan tetapi, perempuan yang mengalami luka robek di kuping jadi terlibat perkelahian dengan sesama perempuan pada malam itu.

"Berantem di situ jambak-jambakan. Saya misahin di situ. Sudah dipisahin, saya keluarin si kuping yang berdarah, 'Kenapa bisa kayak gini sampai berantem-berantem?'. Tetap dia gak terima, akhirnya saya panggil manajer saya," kata Jakaria.

"Yang kuping berdarah itu masuk lagi (ke room) masih gak terima, dia bilang 'Saya akan viralin semua ini'. Manajer saya ngerasa udah cukup, akhirnya dikeluarin Si Kuping yang berdarah ini akhirnya mereka ke rumah sakit," sambungnya.

Jakaria bicara soal tuduhan dugaan pelecehan seksual yang dituduhkan kepada Betrand oleh ANW. Dia merasa tidak ada hal tersebut terjadi karena sejak awal dirinya memperkenalkan ANW dan teman-temannya ke room Betrand Peto mereka baik-baik saja.

"Kalau untuk hal itu gak ada. Mereka dari awal bilang yang mau-mau aja, have fun-have fun aja, mungkin dalam keadaan mabuk merasa dilecehkan, tapi ya memang gak ada keributan hal tersebut. Ada teman saya yang di room mungkin lebih tahu," tuturnya.

"Berita yang beredar terlalu melebih-lebihkan gak ada hal seperti itu. Semua juga sudah kenal, 'Kenapa sampai gitu apalagi sampai ke Polda lapor?'. Apalagi saya yang jaga mau menyelesaikan baik-baik jangan sampai ada hal-hal di luar sana jadi huru-hara, tapi dari pihak mereka yang cewek itu gak mau," tegasnya.

Seorang server lainnya yang bernama Revi juga memberikan penjelasan apa yang dia tahu saat berjaga di room Betrand Peto dan kawan-kawannya.

"Mereka enjoy joget bareng, nyanyi bareng, cheers bareng, aku pikir mereka enjoy bareng. Posisi lagi ramai aku keluar dulu buat handle room yang lain, pas aku balik masuk ada yang nangis cewek. Gak lama seperti itu aku panggil server lain yang memang PIC kak A (teman Betrand Peto). Dia (ANW) nangis terus, ada temennya yang gak terima temannya nangis," tutur Revi.

Sama seperti yang diceritakan Jakaria, teman ANW gak terima dan marah-marah hingga terjadi cekcok. Untuk dugaan kekerasan seksual, Revi mengatakan apa yang dia lihat di dalam room.

"Kekerasan Kak BP gak ada, pas aku lihat si cewek nangis justru dia (Betrand) nyamperin, 'Kakak kenapa nangis?'" kata Revi.



(pus/mau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads