Presenter Jevier Justin, membagikan pengalaman menegangkan saat terjebak di Lampung di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau. Kehadiran disana awalnya untuk urusan pekerjaan, namun situasi berubah menjadi mencekam, ketika abu vulkanik mulai menutupi wilayah Lampung dan melumpuhkan akses transportasi udara.
Jevier Justin menceritakan tiba di Lampung pada Sabtu pagi dan berencana segera kembali ke Jakarta pada keesokan harinya. Namun, saat acara yang dihadiri berlangsung pada malam hari, suasana mulai tidak kondusif lantaran kabar mengenai sebaran abu vulkanik mulai meluas di tengah kerumunan massa.
"Saya berangkat ke Lampung Sabtu subuh, rencananya besoknya pulang. Pas acara malam pertama selesai, orang-orang mulai ngomong ada abu vulkanik dari erupsi Anak Krakatau. Awalnya kita belum terlalu panik karena belum melihat langsung dampaknya," kata Jevier Justin saat ditemui di Studio Trans TV, Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (8/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Situasi memburuk ketika keluar dari lokasi acara menuju kendaraan. Ia mulai merasakan, dampak paparan abu vulkanik yang menyerang penglihatan secara tiba-tiba.
"Pas keluar nunggu mobil, mata saya tiba-tiba sakit sekali dan perih sekali. Begitu mobil datang dan lampunya menyala, partikel-partikel debunya kelihatan sekali berterbangan di depan cahaya lampu itu," kenangnya.
Kepanikan memuncak saat melihat kondisi kendaraan yang akan ditumpanginya. Lapisan abu vulkanik yang cukup tebal sudah menutupi seluruh mobil. Ia bersama timnya kemudian berusaha mencari perlindungan diri berupa masker, namun stok di berbagai tempat sudah ludes terjual.
"Mobil sudah penuh dengan debu vulkanik yang sangat tebal. Kita mulai panik pas mampir ke satu minimarket untuk cari masker tapi sudah habis. Kami bahkan sampai mendatangi lima minimarket berbeda dan semuanya kosong, tidak ada masker tersisa sama sekali," bebernya.
Kondisi jalur udara dipastikan lumpuh total karena, risiko keselamatan penerbangan. Hal ini, membuat Jevier Justin tidak memiliki pilihan lain selain mencari rute alternatif agar bisa segera keluar dari zona bahaya dan kembali ke Jakarta menemui keluarganya.
"Seluruh penerbangan ke Jakarta ditiadakan, imbas erupsi Gunung Anak Krakatau tersebut. Akhirnya saya memilih untuk menggunakan jalur laut menyeberang ke Jawa untuk bisa segera sampai di rumah," pungkasnya.










































