×
Ad

Kunci Daffa Wardhana Tetap Adem Hadapi Tekanan Maraton

Mauludi Rismoyo - detikHot
Selasa, 08 Sep 2026 14:34 WIB
Kunci Daffa Wardhana Tetap Adem Hadapi Tekanan Maraton. (Foto: dok Instagram daffawardhana)
Jakarta -

Daffa Wardhana jadi salah artis yang suka lari maraton. Bintang film Pemukiman Setan itu membagikan pengalamannya tetap adem saat menghadapi tekanan fisik dan mental di arena lari.

Bagi Daffa, momen paling krusial dalam perlombaan maraton kerap terjadi pada kilometer-kilometer akhir menjelang garis finis. Untuk bisa menyelesaikan lomba, kunci utamanya dikatakan bukanlah dengan terburu-buru, melainkan dengan menjaga pikiran tetap tenang dan fokus.

"Sebagai pelari maraton, saya belajar bahwa tidak semua tantangan harus dilawan dengan terburu-buru. Ada kalanya kita perlu melambat sejenak, mengatur napas, memastikan tubuh tetap terhidrasi, recharge, lalu kembali fokus pada langkah berikutnya," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (8/9/2026).

Daffa Wardhana menilai prinsip tersebut tidak hanya berlaku di trek lari. Tetapi juga sangat relevan untuk menjalani kehidupan sehari-hari yang penuh dengan tekanan dan distraksi.

"Di tengah banyaknya distraksi dan tekanan, kemampuan untuk tetap tenang, menjadi adem justru membuat kita bisa melangkah lebih jauh," tuturnya.

Bagi Daffa, semangat untuk tetap tenang dan fokus atau yang dikenal sebagai semangat Kaum Adem juga perlu diwujudkan melalui dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Tak hanya aktif berlari, putra dari Marini Zumarnis ini juga terlibat langsung dalam kegiatan sosial bersama komunitas untuk mengampanyekan pentingnya donor darah bagi para penyintas talasemia.

"Melalui kegiatan olahraga lari, saya berupaya meningkatkan kesadaran publik serta memberikan edukasi mengenai penyakit talasemia," katanya.

Inisiatif Daffa Wardhana ini sejalan dengan pesan yang diusung oleh Aqua. Lewat sebuah diskusi bertajuk 'Finding Your Calm in the Age of Chaos' dalam rangkaian IDEAFEST 2026, produk minuman ini ingin mengajak masyarakat luas untuk memahami makna menjadi adem dalam arti sesungguhnya.

"Hari ini kita hidup di tengah informasi yang datang tanpa henti. Sering kali kita merasa harus langsung merespon semuanya, padahal tidak semua hal perlu ditanggapi saat itu juga. Di tengah situasi seperti ini, selalu ada orang-orang yang memilih untuk pause, mengatur diri, lalu merespon dengan lebih sadar. Mereka inilah yang kami sebut sebagai Kaum Adem," ujar Riza Rahman, Head of Brand Aqua.

Menjadi adem pun disebut bukan berarti menghindari tantangan atau berhenti bergerak, melainkan kemampuan untuk tetap tenang, adaptif, dan hadir sepenuhnya dalam setiap situasi. Dengan begitu, seseorang dapat memberikan dampak positif baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

"Sebagai bangsa, kita memiliki budaya yang menjunjung kebersamaan dan keharmonisan. Kami percaya bahwa sifat 'adem' sebenarnya sudah menjadi bagian dari identitas masyarakat Indonesia. Tantangannya hari ini adalah bagaimana kita dapat terus menjaga nilai tersebut di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat, sekaligus menginspirasi lingkungan sekitar melalui sikap yang positif dan penuh kesadaran," pungkas Riza Rahman.



Simak Video "Cara Bhisma Mulia Bangun Chemistry di Film 'Pemukiman Setan'"

(mau/aay)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork