Dewi Perssik Ungkap Alasan Rutin Bagi-bagi Makanan Tiap Hari Jumat

Dewi Perssik Ungkap Alasan Rutin Bagi-bagi Makanan Tiap Hari Jumat

Febryantino Nur Pratama - detikHot
Sabtu, 05 Sep 2026 10:18 WIB
Dewi Perssik di Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan.
Dewi Perssik bicra soal kebiasaan Jumat Berkah. Foto: Febryantino/detikcom
Jakarta -

Dewi Perssik mengungkap alasan dirinya rutin berbagi makanan pada hari Jumat. Kebiasaan tersebut ternyata berkaitan dengan pesan dan ajaran almarhum sang ayah, Mochammad Aidil.

"Ya kebetulan ada rezeki aja, gitu karena memang saya pernah berjanji ketika Papi saya meninggal dunia tahun 2019," kata Dewi Perssik di Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (4/9/2026).

Menurut Dewi, ayahnya memiliki kebiasaan, seperti membaca Yasin setiap malam Jumat. Ia kemudian melanjutkan kebiasaan tersebut setelah sang ayah meninggal dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Papi saya itu kan ibaratnya, kalau kepercayaan saya itu, setiap malam Jumat itu kan ngaji-ngaji Yasin. Orang tua-orang tua, atau kakek-kakek kita, atau sesepuh-sesepuh kita yang sudah meninggal dunia itu pasti pulang ke rumah kita," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Dewi meyakini ada makna tersendiri dari kebiasaan mengaji dan berbagi makanan pada malam atau hari Jumat. Oleh karena itu, selain mengaji, ia kemudian membagikan makanan kepada orang-orang.

"Nah, ketika anak cucunya itu gak ngaji Yasin, gak apa, mereka itu pulang ibaratnya gak bawa makanan, gitu. Jadi makanan-makanan itu kan selain malam Jumat itu saya ada ngaji, walaupun gak banyak, cukup jantungnya Al-Qur'an aja, Yasin," ungkapnya.

"Habis itu besoknya biasanya saya bagi-bagi makanan. Itu yang orang tua saya terapkan ke saya, Papi saya. Jadi ketika Papi saya itu meninggal, saya nazar, nanti kalau misalkan Papi sudah meninggal, saya nggak akan pernah lupa apa yang diajarkan almarhum Papi saya untuk saya," beber Dewi.

Dewi juga menjelaskan bahwa sedekah yang dilakukannya diniatkan untuk almarhum ayah. Sebelum makanan dibagikan, ia biasanya membacakan doa dan Al-Fatihah.

Ia bahkan mengaku membacakan doa tersebut untuk makanan yang hendak diberikan meski tidak menyentuh makanan secara langsung. Bagi Dewi, sedekah tidak harus dilakukan pada waktu tertentu. Ia menilai sedekah dapat dilakukan kapan saja sesuai kemampuan.

"Sedekah subuh itu boleh-boleh saja. Mau subuh, hari Jumat ya, mau subuh, mau jam segini, atau mau malam juga. Kalau malam kan ibaratnya udah beda. Sebelum turun dari masjid, salat Jumat, nah itu boleh-boleh aja," jelasnya.

Dewi juga mengungkap doa yang ia panjatkan untuk putranya, Gabriel. Ia berharap sang anak selalu diberikan kesehatan dan kekuatan untuk menjalani aktivitasnya.

"Kalau anak itu udah pasti. Karena kekuatan Gabriel, kekuatan anak saya itu kan dari doa mamanya. Jadi saya selalu mendoakan anak saya dikasih kesehatan oleh Allah, bisa menjalankan semua aktivitasnya dengan baik," katanya.

"Selebihnya kalau untuk saya, ya mungkin keselamatan saya dunia akhirat. Jadi nggak ada saya muluk-muluk minta ini, minta itu. Allah itu pasti tahu yang terbaik," ungkapnya.

Dewi pun memilih untuk tidak terlalu spesifik dalam menyampaikan permintaan kepada Allah. Baginya, Tuhan lebih mengetahui apa yang terbaik untuk kehidupannya.

"Kadang kan ada yang mengatakan bahwa harus spesifik mintanya kepada Allah, dengan mengutarakan itu mungkin akan lebih legawa, tapi kalau aku orangnya gak spesifik gitu. Jadi saya cukup... saya gak mau mengatur Allah gitu," kata Dewi.

"Allah tahu yang terbaik, jalan hidup saya tuh harus seperti apa. Jadi aku jalan hidup ini ya sesantai itu. Ada rezeki ya dibagi-bagikan, gak ada rezeki aku ya diam aja, tunggu deh nanti," pungkasnya.



(fbr/pus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads