Mereka Ini Sosok Pahlawan di Mata Lucky Hakim

Mereka Ini Sosok Pahlawan di Mata Lucky Hakim

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Jumat, 28 Agu 2026 21:53 WIB
Lucky Hakim saat panen hasil program Pertanian ModernAdvanced Agricultural System (PM-AAS) di Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi.
(Foto: dok. Istimewa/Dokumentasi Pribadi) Lucky Hakim (kiri berseragam biru)
Jakarta -

Lucky Hakim, yang kini menjabat sebagai Bupati Indramayu, menunjukkan apresiasinya kepada para petani di kawasan tersebut. Mantan pesinetron itu menyebut mereka sebagai pahlawan ketahanan pangan.

Hal ini diutarakan Lucky Hakim setelah para petani di Indramayu berhasil melampaui target produktivitas panen dalam program Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi.

Program ini merupakan langkah konkret Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam memanfaatkan 92.888 hektare Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) untuk membendung alih fungsi sawah produktif. Pada saat bersamaan, disiapkan juga kawasan industri seluas 14.110 hektare agar pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja tidak harus mengorbankan pertanian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Indramayu sudah punya LP2B sekitar 92 ribu hektare yang tidak bisa diutak-atik. Penerapan PM-AAS dan dukungan teknologi modern seperti drone pertanian, berharap produktivitas padi di Indramayu sebagai lumbung pangan terus meningkat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia," kata Lucky Hakim dalam keterangan resminya diterima Sabtu (29/8/2026).

Program tersebut melibatkan 9 kelompok tani, 1 brigade pangan dan 93 petani. Penanaman dimulai pada Mei 2026.

ADVERTISEMENT

Beberapa bulan kemudian, apa yang sebelumnya merupakan uji coba memasuki tahap pembuktian. Pada 26 Agustus 2026, Lucky kembali ke Plosokerep untuk mengikuti panen perdana PM-AAS yang melampaui target.

"Dari yang tadinya sekitar 5 sampai 6 menjadi 8 ton. Alhamdulillah berkah. Ternyata pas diukur oleh BPS juga tadi sudah dapat angka 10 ton lebih. Ini tentu menjadi semangat dan optimisme bagi kita semua, khususnya para petani, untuk terus meningkatkan produksi dan memanfaatkan teknologi pertanian," katanya penuh rasa syukur.

Hasil tersebut, menurut Lucky Hakim, tidak akan bisa tercapai tanpa peran dan kerja keras petani. Baginya, mereka adalah pahlawan dan pusat pembangunan pertanian.

Lucky Hakim saat panen hasil program Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi.Lucky Hakim saat panen hasil program Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi. Foto: dok. Istimewa/Dokumentasi Pribadi

Oleh karena itu, pemerintah daerah akan terus mendorong peningkatan kesejahteraan melalui inovasi, pendampingan penyuluh, akses permodalan, bantuan sarana produksi hingga perluasan pemasaran.

Apresiasi terbesar menurut pria 48 tahun itu selayaknya diberikan ke petani dan semua pihak yang terlibat atas keberhasilan program tersebut hingga mendapat pengakuan dari Kementerian Pertanian RI. Indramayu kini ada di Peringkat I Kontribusi Produksi Padi Nasional, dengan produksi sekitar 1,5 juta ton GKG, serta Peringkat II kategori Produktivitas Padi.

"Penghargaan ini adalah hasil kerja sama antara petani, penyuluh, dan seluruh pihak yang terlibat, terima kasih untuk semuanya," ujarnya.

Di saat yang sama, Lucky Hakim meyakini bahwa industrialisasi bisa tetap berjalan untuk membuka lapangan pekerjaan, tanpa mengorbankan ruang pertanian yang juga berperan besar dalam pembangunan ekonomi. Terlebih kini pertanian adalah identitas dan kekuatan terbesar Indramayu.

Mempertahankan predikat lumbung pangan nasional bukan berarti menutup diri dari inovasi teknologi. Menurut dia keduanya harus berjalan beriringan.

Menurut dia, area sawah harus dilindungi, lahannya harus dijaga, lalu produktivitasnya ditingkatkan dengan melibatkan teknologi terkini. Tentunya perkenalan teknologi harus diiringi dengan penyuluhan. Kemudian hasilnya juga harus terukur secara independen oleh BPS.

"Pada akhirnya petani Indramayu yang semakin sejahtera," tutup dia.

(aay/mau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads