Artis Lucky Hakim menjalani upacara HUT RI kedua sebagai Bupati Indramayu sejak dilantik pada Februari 2025. Dalam kesempatan itu, ia menceritakan ada kejadian unik.
Lucky Hakim beserta jajaran mengadakan upacara peringatan HUT ke-81 RI di Alun-alun Indramayu, Senin (17/8) kemarin. Acara mendadak heboh saat ia nyaris dipeluk seorang wanita.
"Jadi saat prosesi pengibaran bendera, tiba-tiba ada ibu-ibu lari masuk ke arah tengah, histeris teriak, nggak tahu mau apa, saya tidak tahu persis dari mana, karena lapangan terbuka untuk umum dan banyak penonton di sekeliling alun-alun, semua peserta dan peserta sepertinya sedang fokus melihat tiang bendera," ujarnya saat dihubungi awak media, Selasa (18/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu, lanjut Lucky Hakim, petugas gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP mengevakuasi wanita menuju RSUD Indramayu guna mendapatkan penanganan medis secara manusiawi. Figur publik pencinta satwa ini pun mengaku hanya bisa mendengar keriuhan dari arah belakang panggung tanpa menoleh sedikit pun.
"Iya lalu diamankan ke arah belakang, saya nggak bisa lihat karena lagi posisi hormat bendera, bersama kapolres dan dandim, mungkin diamankan," tuturnya.
Meski sempat memicu kepanikan kecil di tengah upacara, pria berusia 48 tahun itu justru menyikapi dengan kepala dingin dan santai. Ia merasa kejadian ingin dipeluk merupakan hal unik.
"Saya sempat tanya, setelah acara, katanya ODGJ, saya kurang paham, tapi pastinya diamankan secara humanislah, kan mau ODGJ atau tidak, selama tidak membahayakan maka kita perlakukan dengan baik dan selayaknya, kecuali memang misalnya membawa senjata tajam dan akan menyerang mungkin akan diproses lebih lanjut. Ya ini ibarat kejutan unik saja," katanya.
Gak cuma insiden ingin dipeluk wanita diduga ODGJ, upacara kemerdekaan di Indramayu ini menyedot perhatian publik karena Lucky Hakim sengaja meniadakan tenda peneduh dan kursi khusus pejabat. Seluruh jajaran birokrasi dan anggota dewan disebut berdiri tegap berjemur di bawah sengatan matahari selama dua jam penuh.
"Saya mohon maaf kepada para anggota dewan, DPRD, kepada para pejabat, para petinggi, para elit, juga para tamu undangan yang terhormat nan mulia, saya tidak menyediakan kursi, malah saya mengajak semuanya sama-sama berdiri dua jam di lapangan, tanpa hidangan, minuman dingin nan buah-buahan, cemilan. Maafkan saya yang tidak memberikan tenda peneduh malahan saya membuat semua tamu undangan yang mulia untuk sama-sama merasakan panas tanpa AC tanpa tenda peneduh. Sama-sama kita semua bersama peserta upacara, rakyat yang menonton, para pedagang, para media peliput, para penjaga, semuanya merasakan nikmatnya sinar matahari nan sehat ini. Kita serap anugerah ilahi sinar matahari penuh dengan vitamin D," ujarnya.
Lucky Hakim menjelaskan alasan lain di balik tak menyediakan fasilitas khusus saat upacara HUT RI di Indramayu. Ia mau hal itu sebagai penyuntik empati dan kepekaan sosial kepada para pemangku kebijakan.
"Jadi ketika kita mengambil keputusan-keputusan penting untuk rakyat Indramayu di ruangan ber-AC, duduk di kursi nan nyaman dengan hidangan cemilan nikmat, kita akan ingat momen upacara agustusan ini yang bahwa di luar sana masyarakat juga lelah berdiri, dengan perut yang juga kadang masih lapar tapi harus bekerja di bawah terik matahari," pungkasnya.










































