Rendy Kjaernett Kagumi Ketangguhan Mendiang Ibu Mertua Hadapi Kanker

Rendy Kjaernett Kagumi Ketangguhan Mendiang Ibu Mertua Hadapi Kanker

Febryantino Nur Pratama - detikHot
Kamis, 27 Agu 2026 19:09 WIB
Ibunda Lady Nayoan meninggal dunia.
Rendy Kjaernett kagum dengan ketangguhan ibu mertua hadapi kanker hingga akhir hayat. Foto: Febryantino/detikcom
Jakarta -

Rendy Kjaernett turut mendampingi hari-hari terakhir ibu mertua, Rima Sania Pontoh, sebelum meninggal dunia. Momen mendampingi sang mertua selama menjalani sakit meninggalkan kenangan mendalam bagi Rendy.

Rendy mengaku kagum dengan ketangguhan Rima dalam menghadapi penyakit berat yang diidapnya. Menurutnya, sang mertua tak pernah banyak mengeluh dan selalu berusaha terlihat tegar di hadapan keluarga.

"Kalau nemenin sih, bener-bener sama... sama kayak Lady, dikarenakan sama-sama yang bareng-bareng. Sama kayak Lady, jadi kayak salut terutama tuh melihat Mama tuh gak pernah ngeluh sakit. Mama juga... kita tahu Mama sakitnya tuh cukup, cukup parah ya. Maksudnya penyakit berat gitu," kata Rendy Kjaernett saat ditemui di Tambun, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (27/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rendy menceritakan kondisi Rima sempat memburuk setelah menjalani operasi. Penyakit tersebut kemudian kembali kambuh dan disertai sejumlah komplikasi.

ADVERTISEMENT

"Tapi Mama tuh dari operasi, terus tiba-tiba relapse lagi, terus tiba-tiba ada komplikasi ke mana-mana lagi, itu Mama tuh kalau sakit dia cuma bilang, 'Di, Mama lagi sakit'. Dia WhatsApp Lady gitu. 'Mama gak bisa ini, gak bisa ini'. Mama bilang, 'Mama lagi sakit nih', gitu," tuturnya.

Fase terberat dirasakan keluarga dalam satu bulan terakhir. Kondisi Rima sempat drop pada tengah malam hingga keluarga memutuskan membawanya ke rumah sakit dan menjalani perawatan di IGD.

"Pikirnya awalnya kita pas Mama WhatsApp Lady... waktu itu WhatsApp-nya tuh kalau gak salah jam 02.00 pagi atau jam 01.00, kita kaget. 'Abang, ya udah bawa ke rumah sakit, masuk IGD'. Waktu itu kondisinya Mama cukup, cukup parah," ujar Rendy.

"Udah demam, terus juga trombositnya turun semua. HB-nya, iya. HB-nya juga turun semuanya. Terus akhirnya sampai... ya udah, Mama dirawat tuh 3 hari," lanjutnya.

Di tengah kondisi kritis tersebut, keluarga sempat kesulitan mendapatkan ruang Intensive Care Unit (ICU) untuk Rima. Namun, Lady Nayoan justru memandang kondisi itu sebagai bagian dari rencana Tuhan.

Menurut Lady, jika ibunda dirawat di ICU, keluarga mungkin tidak bisa berada di sisinya ketika waktunya tiba. Sebaliknya, Rima akhirnya mendapat perawatan menggunakan ventilator di ruang rawat biasa sehingga seluruh keluarga dapat mendampinginya hingga napas terakhir.

"Kalau mama saya di ICU dan mama saya harus pergi, kita semua gak ada di sebelahnya gitu. Tapi mama saya pakai ventilator di ruang rawat biasa. Kita semuanya ada, sampai hembusan napas terakhir. Itu sih," sambungnya.

Rendy mengaku lega karena hampir seluruh keinginan Rima sebelum meninggal dapat terwujud.

"Itu yang aku sama Lady tuh bersyukurnya. Tuhan baik banget sama Mama dan aku tuh percaya gitu lho, semua... karena semua yang aku lihat tuh semua yang Mama mau tuh ada," ungkap Rendy.



(fbr/pus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads