Tya Ariestya dan suaminya, Irfan Ratinggang, memiliki cara unik dalam mendidik anak-anak mereka terkait penggunaan teknologi. Di tengah maraknya penggunaan smartphone di kalangan anak-anak, pasangan ini justru memilih untuk tidak memberikan akses internet pada putranya, Kanaka.
Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Tya Ariestya mengaku sangat khawatir dengan arus informasi di dunia maya yang sulit dipantau sepenuhnya. Ia menilai paparan konten digital yang bebas bisa berdampak kurang baik jika tidak diawasi secara ketat oleh orang tua.
"Nah kebetulan kalau aku sama suami memang tidak mau memberikan gadget internet terutama ya, karena kita tidak bisa saring ya berita-berita apa di sini, informasi-informasi apa di sini gitu," kata Tya Ariestya saat ditemui di Studio Trans TV, Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan (31/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekhawatiran akan pengaruh buruk media sosial membuat Tya Ariestya dan Irfan Ratinggang harus mencari alternatif lain. Mereka tidak ingin anak-anak mereka terlalu dini mengenal dunia internet tanpa pendampingan yang maksimal selama 24 jam penuh.
"Kadang-kadang kita nggak bisa pantau 24 jam banget. Akhirnya suami aku inisiatif beliin handphone jadul," tuturnya.
Menariknya, sang anak tidak menunjukkan rasa kecewa atau merasa minder meskipun hanya dibekali handphone jadul. Alih-alih mengeluh karena tidak memiliki gadget canggih, Kanaka justru merasa sangat bangga dengan benda tersebut.
"Oh dia happy, dia nggak ngerti, dia nggak ngerti itu apa handphone mahal anak aku. Dia sangat bangga dengan handphonenya itu. Terus habis gitu dia bilang 'Ayah, boleh nggak aku warnain handphone-nya?'," bebernya.
Tya Ariestya memang sengaja menanamkan pola pikir fungsi utama telepon adalah sebagai alat komunikasi. Selama ponsel tersebut bisa digunakan untuk menghubungi anggota keluarga yang lain, maka tugas dari sebuah alat komunikasi dianggap sudah terpenuhi.
"Alhamdulillahnya anak aku kita ngebiasain handphone fungsinya untuk apa sih? Untuk nelepon ya kan? Bisa ke Opa, bisa ke Oma. Ada pulsanya? Ada. Jadi apa yang kurang dari fungsi handphone?" pungkasnya.










































