Abel Cantika Cerita Drama Payudara Bengkak saat Menyusui Anak Kedua

Abel Cantika Cerita Drama Payudara Bengkak saat Menyusui Anak Kedua

prih febriani - detikHot
Minggu, 28 Jun 2026 14:18 WIB
Abel Cantika saat ditemui di kawasan Jakarta.
Influencer Abel Cantika saat mengisi talkshow. Foto: dok pribadi
Jakarta -

Menjadi seorang ibu apalagi masih menyusui anak tentu bukan satu hal mudah. Setiap ibu punya cerita perjuangan masing-masing mengenai hal tersebut.

Salah satu cerita yang dibagikan kali ini dari influencer Abel Cantika. Ia menceritakan bagaimana perjuangan menyusui anak kedua. Ada fase tersulit yang dilalui Abel dalam prosesnya.

"Waktu anak kedua lahir, saya pikir semuanya akan lebih gampang karena sudah punya pengalaman. Ternyata praktiknya jauh lebih sulit," ujar Abel dalam peluncuran Momcozy Air 1 di Jakarta Convention Center (JCC), kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Ia mengaku mempersiapkan banyak hal sejak masa kehamilan, mulai dari kesiapan mental, nipple cream, hingga pompa ASI. Namun, persiapan teori ternyata tidak sepenuhnya mampu menjawab tantangan nyata setelah melahirkan.

Di bulan pertama, Abel mengalami puting lecet parah dan payudara bengkak akibat oversupply atau produksi ASI berlebih. Kondisi tersebut membuat setiap sesi menyusui menjadi pengalaman yang menyakitkan.

"Setiap sesi menyusui rasanya seperti harus menyiapkan diri menahan sakit. Tapi di sisi lain, bayi tetap harus minum," katanya.

Menurut Abel, salah satu persepsi keliru yang berkembang di kalangan ibu menyusui saat ini adalah anggapan bahwa freezer penuh stok ASI merupakan simbol keberhasilan.

Padahal, kondisi hiperlaktasi atau produksi ASI berlebihan justru dapat memicu ketidaknyamanan serius, mulai dari pembengkakan payudara hingga sumbatan ASI.

Dari pengalaman tersebut, Abel menyimpulkan kenyamanan ibu menjadi faktor utama dalam kelancaran produksi ASI. Karena itu, pemilihan alat pumping yang tepat dinilai sangat penting, terutama bagi ibu dengan mobilitas tinggi.

Sebagai ibu yang tetap aktif bekerja dan membuat konten, ia membutuhkan pompa ASI yang nyaman, ringan, senyap, dan tetap mendukung aktivitas sehari-hari.

"Tidak harus hisapannya sakit untuk bisa efektif. Saat ibu nyaman, ASI biasanya keluar lebih lancar," katanya.

Pandangan yang sama disampaikan konselor menyusui, Desyntia Inten Dwi Lestari. Menurutnya, sekitar 98 persen ibu menyusui pernah mengalami puting lecet atau pembengkakan payudara selama masa laktasi.

"Masalahnya bukan semata-mata produksi ASI, tetapi kurangnya edukasi tentang teknik menyusui dan pumping yang benar," jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar ibu tidak menunggu hingga payudara terasa penuh atau bengkak sebelum memompa. Jika dibiarkan terlalu lama, kondisi tersebut dapat memicu sumbatan ASI, mastitis, hingga abses yang berisiko membutuhkan tindakan medis.

Menjawab tantangan tersebut, TNP Group meluncurkan Momcozy Air 1, pompa ASI wearable pintar yang dirancang untuk mendukung ibu modern tetap produktif tanpa mengorbankan proses menyusui.

Brand Manager TNP Group, Hanindya Christiana, mengatakan inovasi tersebut lahir dari kebutuhan ibu masa kini yang harus menjalankan banyak peran secara bersamaan.

"Banyak ibu yang harus memompa ASI di kantor, saat perjalanan, bahkan di ruang publik. Karena itu, perangkat harus ringan, senyap, dan diskret agar ibu tetap nyaman," ujarnya.



(wes/pus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads