1 Lawan 1 Wanda Hamidah Luka-luka

1 Lawan 1 Wanda Hamidah Luka-luka

- detikHot
Selasa, 20 Nov 2007 07:46 WIB
1 Lawan 1 Wanda Hamidah Luka-luka
Jakarta - Wanda Hamidah tak suka di-bully. Ia tak terima diperlakukan semena-mena, juga diintimidasi. Baginya, lebih baik babak belur melawan aksi bullying daripada pasrah.

Hal itu pula yang dilakukannya saat masih duduk di bangku SMA dulu. Wanda kala itu masih sekolah di SMA 3 Setiabudi, Jakarta Selatan. Menurut seleb yang kini jadi politisi itu, di sekolahnya para kakak kelas kerap melakukan aksi bullying terhadap adik kelas.

Semua berawal dari aksi dorong kakak kelasnya. Tidak terima di-bully, Wanda balik mendorong. "Akhirnya saya diajak berantem 1 lawan 1, sama kakak kelas perempuan," tuturnya saat ditemui di Hotel Le Meridien, Jl Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (19/11/2007).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wanda pun meladeninya karena gengsi. Pertempuran pecah di lapangan belakang sekolah. Namun keadaan makin rusuh saat puluhan kakak kelas lain ikut mengeroyok ibu dua anak itu. "Seluruh badan saya luka-luka, dari kepala sampai kaki biru-biru, memar-memar," cetus Wanda.

Akibat aksi adu jotos itu Wanda diskors 3 hari. Kakak kelas dan teman-temannya mendapat bonus hukuman 10 hari skors. Namun beruntung, seleb kelahiran 17 September 1977 itu jadi disegani. Tak ada yang berani mem-bully dia.

Aksi bullying seperti itu, menurut Wanda kerap terjadi di sekolahnya dulu. Mereka yang jadi sasaran adalah yang rambutnya dicat, atau yang mengenakan rok pendek.

Pengalaman pahit tersebut dijadikan inspirasi bagi mantan cover girl '90-an itu. Wanda mengimbau bullying di sekolah harus dihentikan. Salah satu caranya dengan komunikasi yang baik. (dit/dit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads