Dokter Richard Lee tidak mampu membendung rasa emosional saat menjalani agenda persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang terkait kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen. Di balik rompi tahanan yang dikenakannya, dokter kecantikan ini mengaku kondisi psikisnya sangat bergantung pada kehadiran sang istri, Reni Effendi.
Selama menjalani masa penahanan sejak dari Polda Metro Jaya hingga dipindahkan ke Lapas Pemuda Tangerang, Reni Effendi, disebut sebagai sosok paling setia yang mendampingi Richard Lee. Kehadiran istrinya di ruang sidang, menjadi alasan utamanya tetap mampu menghadapi dakwaan jaksa.
"Iya, ini sumber kekuatan saya sih kalau misalnya gak ditemenin istri gak tahu saya," kata Richard Lee saat ditemui sebelum sebelum sidang di Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis (18/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Richard Lee menceritakan bagaimana pengorbanan Reni Effendi, yang hampir setiap hari datang menjenguknya di tahanan. Meski harus melewati prosedur yang rumit dan waktu tunggu yang sangat lama, istrinya tetap konsisten memberikan dukungan moril agar ia tidak jatuh terpuruk.
"Saya punya keberuntungan sekali punya istri. Istri saya ini dia nemenin saya baik di suka ataupun duka. Di waktu saya lagi susah pun ya tetap ada untuk saya selama ini temenin saya, dia nggak pernah mengeluh," tutur Richard Lee.
Lebih lanjut, Richard Lee, menceritakan perjuangan istrinya yang harus bersabar setiap kali ingin bertatap muka dengannya di balik jeruji besi. Hal ini yang membuatnya merasa sangat beruntung memiliki pasangan yang tidak meninggalkan dirinya di titik terendah dalam hidupnya.
Baca juga: Pesan Doktif pada Richard Lee Jelang Sidang |
"Setiap hari hampir beliau datang dan kasih support untuk saya, walaupun kadang-kadang waktu berkunjung nunggunya lama sampai 1 jam, 1,5 jam kadang-kadang, tapi beliau luar biasa sih. Saya beruntung banget dapat istri seperti beliau," bebernya.
Selain kerinduan terhadap istri, Richard Lee, juga mengungkapkan rasa sedih yang mendalam karena harus terpisah dari anak-anaknya selama berbulan-bulan. Baginya, momen jauh dari rumah adalah ujian terberat, terutama karena ia merasa kasus yang menjeratnya tidak memiliki korban fisik yang seharusnya mengharuskan dirinya ditahan.
"Saya kangen, jujur saya kangen, sangat kangen sekali. Saya kangen sekali dengan istri dan anak-anak. Kangen sekali ada di rumah. Saya kangen sekali melayani pasien-pasien saya, saya kangen sekali dengan karyawan-karyawan saya," ungkap Richard Lee.
Kasus Richard Lee bermula dari laporan Doktif, terkait produk yang dituding melanggar klaim perlindungan konsumen.
(ahs/wes)











































