Jelita Bahar Lama Ngilang, Ngaku Anxiety hingga Sempat Takut Mati

Jelita Bahar Lama Ngilang, Ngaku Anxiety hingga Sempat Takut Mati

Febryantino Nur Pratama - detikHot
Senin, 08 Jun 2026 19:30 WIB
Jelita Bahar
(Foto: Febriyantino/ detikHOT) Jelita Bahar
Jakarta -

Lama tak terdengar kabarnya di dunia hiburan, pedangdut Jelita Bahar akhirnya buka suara mengenai alasan dirinya sempat vakum dari panggung. Putri dari Anisa Bahar itu mengaku selama beberapa tahun terakhir berjuang melawan anxiety atau gangguan kecemasan yang dipicu oleh penyakit GERD (gastroesophageal reflux disease).

Kini, Jelita bersyukur kondisinya sudah jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.

"Sebenarnya sih anxiety aku sudah membaik ya kalau sekarang. Aku bersyukurnya sekarang sudah semakin membaik, udah sekitar 85 persen lah," ungkap Jelita Bahar di Studio Rumpi No Secret Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jelita menjelaskan gejala yang dialaminya sebenarnya sudah muncul sejak 2011. Kala itu, ia mengalami gangguan asam lambung yang kemudian berkembang menjadi GERD. Namun, ia tidak menyadari bahwa kondisi tersebut turut memicu gangguan kecemasan yang cukup berat.

Baru pada 2019, Jelita memahami kondisi yang dialaminya setelah bergabung dengan komunitas penderita anxiety dan gejala serupa yang beranggotakan puluhan ribu orang. Gangguan kecemasan tersebut bahkan berdampak besar terhadap kariernya di dunia tarik suara. Ia mengaku tak lagi sanggup tampil dan bernyanyi di hadapan banyak orang karena sering mengalami kepanikan.

ADVERTISEMENT

"Semenjak aku anxiety itu kan aku udah enggak bisa lagi nyanyi. Aku ngerasa kayak takut mati, setiap ngelakuin apa pun aku takut. Kalau di tempat ramai enggak bisa, langsung deg-degan, mau pingsan, lemas, dan panik pokoknya," jelasnya.

Menurut Jelita, salah satu pengalaman paling berat yang pernah dialaminya terjadi saat panic attack datang ketika dirinya berada di tengah kemacetan jalan tol. Saat itu, ia merasakan sesak napas hebat hingga mengira nyawanya terancam. Dalam kondisi panik, Jelita meminta sang ibu untuk segera keluar dari jalan tol dan membawanya ke rumah sakit.

Meski sempat mengalami kondisi yang cukup berat, Jelita memilih jalan penyembuhan yang berbeda. Ia mengaku tidak pernah berkonsultasi ke psikiater maupun mengonsumsi obat-obatan psikiatri karena khawatir mengalami ketergantungan. Sebagai gantinya, ia fokus memperbaiki pola hidup, terutama pola makan dan pola pikir.

"Aku enggak pernah ke psikiater, enggak pernah minum obat psikiater. Sekarang lebih ke pola makan. Sebisa mungkin 2 atau 3 jam perut jangan kosong, harus selalu makan walaupun hanya biskuit. Karena kalau perut kosong 4 jam aja, itu udah mulai eror lagi, udah mulai deg-degan dan panik," tuturnya.

Selain menjaga pola hidup sehat, Jelita mengungkapkan dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam proses pemulihannya. Kehadiran sang anak disebut menjadi sumber semangat sekaligus support system terbesar yang membuatnya lebih fokus menjalani hari-hari dengan pikiran positif.

Perlahan, kondisi mentalnya pun semakin membaik dan kini ia merasa lebih mampu berdamai dengan anxiety yang sempat membuatnya meninggalkan panggung hiburan selama bertahun-tahun.

"Support system selain Mamah, keluarga kecil aku yang pastinya. Dan setelah ada anak aku yang kecil ini, alhamdulillah semua berjalan dengan baik. Jadi kan pikiran aku tuh sibuk ngurusin anak, ngurusin anak, ngurusin anak. Jadi lebih ada kegiatan," pungkasnya.

(fbr/aay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads