Wajah Anak Terekspos di CCTV, Billy Syahputra Syok dan Khawatirkan Ain

Wajah Anak Terekspos di CCTV, Billy Syahputra Syok dan Khawatirkan Ain

Muhammad Ahsan Nurrijal - detikHot
Minggu, 11 Okt 2026 09:04 WIB
Stefan Anak Vika Kolesnaya & Billy Syahputra
Keluarga Billy Syahputra. Foto: Instagram @bilsky16/ @vika.kolesnaya
Jakarta -

Beredarnya rekaman kamera pengawas (CCTV) saat insiden di Bali, yang memperlihatkan wajah anak Billy Syahputra tanpa sensor, memicu kesedihan mendalam bagi pihak keluarga. Billy Syahputra, sangat terpukul dan syok mendapati identitas sang buah hati mendadak viral serta menjadi konsumsi publik.

Selama ini, Billy Syahputra dan istrinya, Vika Kolesnaya, konsisten menjaga ketat privasi sang buah hati sejak lahir dengan tidak pernah mengekspos wajahnya ke media sosial. Beredarnya rekaman CCTV dari pengelola tempat di Bali tersebut membuat komitmen perlindungan yang dibangun keluarga hancur.

"Saya pikir karena, selama ini dia ingin menjaga privasinya, kita harus hormati, ya pasti terpukul lah ya, emosi," kata kuasa hukum Billy Syahputra, Fahmi Bachmid, di kawasan Condet, Jakarta Timur, kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Fahmi Bachmid mengungkapkan, keterpukulan adik mendiang Olga Syahputra itu, bukan semata-mata soal kebocoran rekaman, melainkan dampak psikologis dan kekhawatiran seorang ayah terhadap keselamatan bayinya.

"Sangat. Jadi dia terpukul sekali selama ini ditutupin dan ya namanya seorang artis ya, apalagi anaknya kan. Ada bahasa-bahasa 'Jangan sampai ada ain, ada apa, ada ini.' Ya wajar lah ya," beber Fahmi Bachmid.

Menurutnya, naluri Billy Syahputra, untuk melindungi anaknya merupakan hak mendasar setiap orang tua. Presenter berusia 35 tahun itu tidak menduga, masalah kesalahpahaman di tempat wisata justru berbuntut pada penyebaran rekaman CCTV yang memperlihatkan wajah anaknya.

"Sebagai seorang ayah akan melindungi anaknya semaksimal mungkin sehingga dia tutup, tapi tiba-tiba ada orang yang tanpa izin menyebarkan bukan sekadar satu orang dua orang, tapi ini sudah menjadi konsumsi publik," terangnya.

Fahmi Bachmid menegaskan, keputusan seorang kepala keluarga untuk membatasi akses publik terhadap bayinya harus dihargai oleh siapa pun. Tindakan oknum yang membocorkan rekaman tersebut tanpa blur dinilai telah merampas hak privasi keluarga.

"Karena, seorang ayah itu kita tidak boleh larang apa yang diinginkan yang terbaik untuk anaknya. Kalau dia menginginkan anak saya tidak boleh diketahui, ya itu hak-hak dia sebagai seorang ayah. Ya kita hormati," pungkasnya.



(ahs/wes)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads