Suami Sissy Prescillia, Rifat Sungkar, blak-blakan soal rahasia kesuksesan. Hal ini dibongkar pebalap motorsport itu dalam sebuah event mahasiswa yang digelar awal pekan ini.
Dalam acara bertajuk Sinergi Teknologi, Komunikasi, dan Bisnis dalam Industri Motorsport Global, digelar oleh mahasiswa Fakultas Teknik dan Biro Kerjasama Universitas Mercu Buana, Rifat Sungkar hadir sebagai narasumber.
Pengalaman selama dua dekade di dunia motorsport membuat pria kelahiran 1978 itu punya pandangan sendiri soal kesuksesan. Salah satunya adalah fakta bahwa sukses gak bisa diraih sendirian.
"Di balik setiap kemenangan terdapat kerja tim yang melibatkan berbagai bidang, mulai dari teknologi, manajemen, komunikasi, hingga bisnis," katanya saat hadir di Aula Rektorat Kampus Meruya, Universitas Mercu Buana.
Selain dukungan dari orang-orang yang tepat, meraih sukses tentunya harus dimulai dari diri sendiri. Menurut Rifat, seseorang harus punya konsep dan citra diri yang utuh sebelum terjun ke dunia profesional.
Dia melanjutkan, personal branding kini jadi satu hal yang dibutuhkan. Terlebih dunia profesional saat ini semakin kompetitif.
"Saya selalu berpikir ingin dikenal sebagai sosok seperti apa. Sponsor tidak selalu tentang uang. Yang terpenting adalah bagaimana kita menciptakan nilai dan membangun personal branding," katanya.
Gak kalah penting menurut Rifat Sungkar adalah pendidikan dan agama. Buat peraih delapan gelar juara nasional reli dan menjadi pebalap pertama yang membawa bendera merah putih ke podium Asia-Pacific Rally Championship (APRC) itu, dua hal ini merupakan fondasi sukses seseorang.
Dia menegaskan, cita-cita seseorang harus dibangun di atas pengetahuan dan kompetensi yang kuat. Dari situ perjalanan untuk menuju sukses bisa dengan mudah untuk dijalani.
"Kalau mau balap, jangan meninggalkan pendidikan. Pendidikan dan agama itu fondasi yang sangat penting," tegasnya.
Terakhir, dia juga mendorong agar mahasiswa masa kini gak cuma mengejar prestasi akademik. Kemampuan komunikasi harus diasah selama masa belajar, termasuk memperluas jejaring, dan membangun nilai diri yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan dunia kerja di masa depan.
(aay/mau)