Prosesi pemakaman ayahanda Bunga Zainal, Sapuri bin Husein, di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026) berlangsung penuh haru. Di balik isak tangis yang pecah di pinggir liang lahad, tersimpan cerita tentang detik-detik terakhir almarhum sebelum mengembuskan napas terakhir di kediamannya.
Bunga Zainal mengungkapkan, ayahnya seolah memberikan tanda sedang menunggu seluruh anggota keluarganya berkumpul lengkap sebelum benar-benar pergi. Meski sempat disibukkan dengan jadwal pekerjaan yang padat, Bunga Zainal bersyukur masih memiliki waktu untuk mendampingi sang ayah di saat-saat kritisnya.
"Terakhir sih aku datang, memang sebelum Papa meninggal tuh kurang lebih hampir dua jam ya aku ada kesempatan buat ngobrol," kata Bunga Zainal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak keluarga memahami betul kedekatan Bunga Zainal dengan sang ayah. Mereka memberikan ruang privasi, bagi pesinetron berusia 39 tahun itu untuk berkomunikasi secara personal.
"Mama sama kakak-kakakku, juga kasih space juga buat aku buat di kupingnya Papa gitu. Malah Mama suruh ya bisikin Papa terus gitu kayak anaknya sudah datang gitu," terang Bunga Zainal.
Momen paling dramatis terjadi ketika, sang Ibunda mulai mengabsen satu per satu nama anak-anak almarhum di depan ayah yang sudah semakin melemah. Sang ibu ingin memastikan, tidak ada satu pun buah hati mereka yang tertinggal dalam momen perpisahan tersebut.
"Jadi Mama mungkin lebih paham ya, jadi Mama sudah sebutin, 'Oh anaknya dari pertama sampai terakhir nggak ada yang tersisa sudah kumpul,'" kenangnya.
Seolah telah mendapatkan kepastian semua anaknya hadir dan telah merelakan kepergiannya, Sapuri bin Husein mengembuskan napas terakhirnya dengan sangat tenang tanpa beban lagi.
"Indah banget meninggalnya Papa tuh benar-benar langsung begitu disebutin anak terakhir, kumpul dan ikhlas, Papa langsung pergi," pungkasnya.
(ahs/wes)











































