Karina Ranau Trauma Jadi Korban Penganiayaan: Nangis Lihat Video CCTV

Karina Ranau Trauma Jadi Korban Penganiayaan: Nangis Lihat Video CCTV

Febryantino Nur Pratama - detikHot
Kamis, 30 Jul 2026 11:25 WIB
Karina Ranau saat ditemui di Polsek Pancoran
Karina Ranau mengaku masih trauma usai alami dugaan penganiayaan. Foto: Febri/detikhot
Jakarta -

Artis Karina Ranau mengaku masih mengalami trauma setelah menjadi korban dugaan penganiayaan di Warung Jukut Goreng Samali miliknya. Meski kasus tersebut kini telah naik ke tahap penyidikan, Karina mengatakan peristiwa itu masih membekas dan mengganggu aktivitas sehari-harinya.

Hal itu disampaikan Karina usai menghadiri gelar perkara di Polsek Pancoran. Menurutnya, kejadian tersebut tidak hanya berdampak pada dirinya, tetapi juga keluarga.

"Iya pastinya kalau rasa trauma itu saya sampaikan, dari kemarin sampai detik ini saya masih trauma. Psikologis saya, keluarga saya tentunya, terus suami saya, anak saya, dan saya tuh apa ya... jadi takut untuk ke mana-mana, jadi tidak bisa konsentrasi untuk meneruskan perjalanan hidup saya," kata Karina Ranau di Polsek Pancoran, Jakarta Selatan, Jakarta Selatan, Rabu (29/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karina mengungkapkan trauma yang dialaminya kerap muncul kembali saat melihat video CCTV yang merekam dugaan penganiayaan tersebut. Ia mengaku tak kuasa menahan tangis setiap kali mengingat kejadian itu.

ADVERTISEMENT

"Tetapi ketika saya sudah di rumah, beristirahat, saya mencoba buka lagi handphone, buka lagi melihat video ini, saya nangis gitu. Saya sakit melihatnya gitu. Saya membayangkan kalau suami saya masih ada dia pasti marah gitu melihat kejadian ini," ujarnya.

Istri mendiang Epy Kusnandar itu mengatakan bayangan kejadian tersebut masih terus menghantuinya. Bahkan ekspresi terduga pelaku saat kejadian masih teringat jelas hingga membuatnya merasa takut.

"Ketika mengingat momen itu, saya benar-benar di luar rencana gitu. Saya bekerja, di warung, menjalankan aktivitas saya. Tiba-tiba ada kejadian gitu dan bahkan ekspresi yang saya lihat pada saat itu masih berasa ada di bayangan saya. Bikin saya trauma, takut. Sampai saat ini," tutur Karina.

Tak hanya dirinya, sang anak yang kini berada di kampung halaman juga ikut merasakan dampak dari peristiwa tersebut. Karina mengatakan putranya yang masih berusia 11 tahun hanya bisa memberikan dukungan dari kejauhan.

"Kalau anak saya pastinya ya karena di kampung bisanya cuma nangis melihat berita di mana, udah sampai mana. Anak saya juga namanya masih anak belasan tahun ya, 11 tahun, dia bingung dia harus bagaimana. Hanya mensupport saya aja, apa yang terbaik buat ibunya," ucapnya.

Karina berharap proses hukum terhadap kasus yang dialaminya dapat berjalan hingga tuntas. Sebagai langkah antisipasi, ia juga mengaku telah meningkatkan sistem keamanan di tempat usahanya dengan memasang kamera pengawas tambahan di sejumlah titik agar kejadian serupa tidak terulang.



(fbr/pus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads