Ayah mendiang Vidi Aldiano, Harry Kiss, terus melanjutkan berbagai kegiatan sosial usai sang putra meninggal dunia. Keluarga sebelumnya menggelar sejumlah aksi seperti tebar ikan di sungai dan danau, santunan ke panti asuhan, peringatan ulang tahun Vidi, hingga tahlil 40 hari.
Harry Kiss juga sudah memperkirakan kegiatan untuk 100 hari kepergian Vidi Aldiano. Ia menyebut akan kembali menggelar aksi tebar ikan di danau yang berada dekat makam Vidi.
"Dalam waktu minggu depan tuh hari Minggu tanggal 3 Mei ya. Ini lagi ngumpulin donasi untuk tebar ikan lagi di danau itu," kata Harry Kiss saat dihubungi awak media, Selasa (28/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Danau tersebut kini bahkan dikenal masyarakat lekat dengan Vidi Aldiano. Harry mengungkapkan, lokasi itu menjadi ramai sejak kegiatan tebar ikan sebelumnya dilakukan.
"Nah itu sekarang ramau banget, pol. Itu ramainya gara-gara kita nebarin ikan 5 kuintal itu kan. Itu danaunya jadi penuh dengan orang mancing," ujarnya.
Ia menilai kondisi tersebut membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar.
"Iya, ini makanya minggu depan tanggal 3 Mei itu kita akan menabar lagi," lanjutnya.
Untuk kegiatan tersebut, Harry mengaku tengah menggalang donasi dari berbagai pihak, mulai dari penggemar Vidi hingga rekan-rekannya.
"Nah ini saya lagi ngumpulin teman-teman. Kalau dari Vidis itu rata-rata sih nyumbang ada yang cuma Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, Rp 150 ribu. Tapi kalau dari teman-teman saya rata-rata sih ada yang Rp 2 juta, ada Rp 5 juta, banyak juga gitu," jelasnya.
Ia menyebut, pada kegiatan sebelumnya dana yang terkumpul mencapai sekitar Rp 25 juta. Namun, jumlah donasi ke depan masih bisa berubah tergantung partisipasi para penyumbang.
"Ya gak tahu tergantung yang nyumbang, tergantung terkumpulnya nanti. Iya ini kalau yang terkumpul tiba-tiba bisa sampai Rp 100 juta itu bingung kita nebarnya gimana," ucapnya.
Selain itu, keluarga juga diketahui membagikan sejumlah barang milik Vidi kepada orang lain, termasuk seorang ustaz. Harry mengaku tak keberatan dan justru merasa senang melihat barang tersebut digunakan untuk kegiatan positif.
"Ya senang-senang saja digunakan ternyata untuk itu gitu loh. Si ustaz itu kemarin dia ngabarin bahwa, 'Pak Harry ini saya gunakan jasnya Vidi itu untuk program 100 hari tahajud,'" tuturnya.
"Nah dia ngasih saya videonya kan. Dan itu jasnya jas dari Wong Hang itu, itu jas mahal itu," ungkapnya.
Meski begitu, ia bersyukur barang peninggalan sang anak dapat bermanfaat bagi orang lain.
"Alhamdulillah dipakai buat kebaikan," pungkas Harry Kiss.










































