Nelangsa Pak Tarno, Ditipu Eks Manajer dan Sopir hingga 2 Mobil Raib

Nelangsa Pak Tarno, Ditipu Eks Manajer dan Sopir hingga 2 Mobil Raib

Febryantino Nur Pratama - detikHot
Sabtu, 11 Apr 2026 06:06 WIB
Pak Tarno jualan mainan pakai kursi roda
Pak Tarno masih mempertanyakan dua mobilnya yang raib. Foto: Febryantino/detikcom
Jakarta -

Pak Tarno dikhianati dua orang kepercayaannya. Mantan manajer dan mantan sopir pribadinya tega menipu Pak Tarno.

Manajer Pak Tarno, Laura, memperjelas cerita soal dugaan penggelapan dua mobil sang Master. Ia menyebut hingga kini Pak Tarno belum menerima uang ganti rugi dari dua mobil yang sampai kini gak diketahui keberadaannya.

Masalah pertama bermula saat Pak Tarno memberikan uang Rp 100 juta kepada mantan manajer yang juga merangkap sebagai sopir. Uang itu seharusnya digunakan untuk membeli mobil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akan tetapi, uang tersebut justru dibawa kabur oleh mantan manajernya itu. Sedangkan masalah kedua, Pak Tarno kembali ditipu dan dimanfaatkan oleh orang kepercayaannya.

ADVERTISEMENT

Mobil milik Pak Tarno diam-diam digadaikan oleh mantan sopirnya. Laura mengatakan pihak Pak Tarno sempat mencoba menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.

Untuk kasus pertama sempat dikabarkan pelaku mengembalikan sebagian uang yang diberikan Pak Tarno.

"Kita sudah pernah ketemu dengan temannya ini ya Pak. Jadi orang tersebut memang sudah bersedia bayar. Cuma kesimpulannya mungkin tidak tanggung jawab ya. Kemarin itu masuk Rp 30 juta," kata Laura kepada detikcom di kediaman Pak Tarno, Warakas, Jakarta Utara, kemarin.

Namun, Pak Tarno merasa gak pernah merasa menerima uang tersebut.

"Sekurangnya itu belum dibayarkan. Pak Tarno gak nerima uang itu serupiah pun, karena dibawa kabur (lagi)," beber Laura.

Ia juga menyinggung soal kuasa hukum yang menyebut Pak Tarno telah menerima pembayaran dari mantan manajer. Padahal belum ada kejelasan sama sekali.

"Kata si lawyer tersebut katanya, 'Sudah dibayarkan ya Pak', tapi Pak Tarno belum menerima. Kalau gak salah Rp 30 juta itu sudah masuk dari mobil yang ditipu itu. Dan sisanya sampai sekarang belum ada tindakannya," tambahnya.

Peristiwa kedua, mobil Pak Tarno digadai mantan sopir tanpa adanya permintaan izin lebih dulu.

"Mobil yang kedua ini, yang menggadaikan itu namanya Alif, sama mantan teman saya juga, Slamet. Orang itu yang menggadaikan mobil tersebut ke salah satu showroom, dealer-lah ya di Sunter," jelasnya.

Dengan suara terbata-bata dan bicara kurang lancar, Pak Tarno yang kini berjuang sembuh dari stroke membenarkan dirinya gak pernah terima uang apa pun.

"Dapat gak Pak?" tanya Laura.

"Gak," jawab Pak Tarno.

Menurut Laura, mobil tersebut digadaikan di wilayah Sunter, Jakarta Utara. Namun, hingga kini keberadaan mobil tersebut tidak diketahui. Bahkan Pak Tarno juga ditelepon leasing.

"Pak Tarno ditelepon terus karena mungkin tunggakan, padahal beliau gak tahu apa-apa karena mengatasnamakan KTP beliau. Sampai sekarang mobilnya gak tahu ke mana," ujarnya.

Akibat dua kejadian tersebut, Pak Tarno tidak memiliki kendaraan pribadi untuk aktivitas sehari-hari.

"Kami mau ke mana-mana sekarang syuting juga gak ada kendaraan. Kalau ada panggilan pagi-pagi Trans TV, kami dijemput. Sampai sekarang Bapak itu sudah gak punya mobil," kata Laura.

Laura berujar akan terus mencari informasi soal keberadaan dua mobil Pak Tarno. Sedangkan Pak Tarno berharap bisa kembali mempunyai mobil untuk menopang aktivitasnya.

"Pengin beli lagi, buat ke mana-mana," ucap Pak Tarno berharap.




(fbr/pus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads