Emang ada bocah 7 tahun jago di banyak bidang mulai dari musik hingga wayang? Ada! Namanya Parama Hansa Abhipraya atau Rama asal Bojonegoro. Di usianya yang masih bocil, dia udah mengantongi penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Pada Rabu (8/4/2026) lalu, Rama dianugerahi penghargaan MURI dalam kategori Anak Usia Dini dengan Prestasi Lintas Disiplin Terbanyak. Prestasi Rama bisa dibilang menakjubkan banget sih buat anak seusianya.
MURI ngasih penghargaan ini karena dia berhasil menorehkan pencapaian di empat bidang sekaligus: matematika, olahraga, literasi, dan budaya. Ini dicapai dalam waktu empat tahun aja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kita bahas satu-satu ya.
Di bidang akademik, Rama berhasil juara di sejumlah olimpiade matematika tingkat nasional hingga internasional. Salah satunya gelar World Star Champion pada Thailand International Mathematical Olympiad (TIMO) 2025.
Masuk ke ranah non-akademis, Rama juga berbakat di bidang seni. Dia menunjukkan kemampuan main piano di kejuaraan nasional dan internasional. Bahkan pernah meraih meraih 2nd Silver Trophy dalam kompetisi Piano Golden Lion Singapore 2026 yang digelar pada 6 sampai 8 Februari 2026 lalu.
Belum kelar guys. Rama juga passionate banget di dunia olahraga. Bukan yang mengandalkan fisik, tapi otak: catur. Dia pernah meraih Best KU-7 Tournament Catur DK Jakarta tingkat nasional dan Fourth Place Kuala Lumpur Chess Championship.
Last but not least di bidang literasi dan budaya. Rama juga sedang menulis buku dan beberapa kali terlibat jadi dalang wayang. Gak heran sih kalau pada akhirnya pendiri MURI, Jaya Suprana, dan Direktur Utama MURI, Aylawati Sarwono, ngasih menobatkan dia sebagai pemegang rekor MURI.
"Rekor ini bukan sekadar angka, tetapi simbol bahwa potensi anak Indonesia sangat luar biasa apabila dikembangkan secara seimbang dan multidisiplin," kata Jaya Suprana dalam rilis resminya.
Di titik ini, sosok Parama Hansa Abhipraya jelas jadi inspirasi buat banyak orang. Gak cuma untuk mereka yang seusia dia, tapi juga khalayak luas. Langit adalah batasan buat semua orang untuk berkarya dan mengejar mimpi, termasuk juga Rama.
Ayah Rama, Dhaniar Aji, mengapresiasi dukungan MURI buat putranya. Berharap anak-anak Indonesia lain bisa terpacu buat mengejar mimpi dan mewujudkannya juga dengan terus bekerja keras, mengambil setiap kesempatan yang muncul, serta gak takut gagal.
Tentu dukungan orang tua dan lingkungan yang tepat juga jadi faktor yang gak bisa dipisahkan dari pencapaian ini.
"Terima kasih atas apresiasi MURI terhadap prestasi putra kami. Semoga ini bisa memotivasi Rama mencapai prestasi dan cita-citanya, serta menumbuhkan semangat bagi anak-anak yang lain," kata Aji.
(aay/mau)









































