Komedian kondang Ferdinan Sule kembali menjadi sorotan terkait kabar rencana pernikahannya. Alih-alih pamer calon istri, Sule justru memberikan 'kuliah' soal filosofi hubungan.
Sule terang-terangan menyentil soal ego dalam berpasangan. Soal kriteria pasangan, Sule menegaskan dirinya tidak lagi mencari sosok yang sempurna. Baginya, pernikahan adalah sekolah seumur hidup di mana pasangan itu harus dibentuk, bukan sekadar ditemukan.
"Dalam hidup tidak ada kriteria, yang penting baik, tapi pasangan yang baik itu bukan dicari tapi dibentuk. Kita ngebentuk dulu, karena berumah tangga itu seumur hidup," ujar Sule dengan nada filosofis saat diwawancarai awak media di Studio TransTV, Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang menarik, Sule memberikan sentilan tajam soal dinamika hubungan. Ia menyoroti bagaimana ego menjadi penghancur utama dalam rumah tangga.
"Kadang pasangan itu egonya lebih tinggi. Hal sepele bisa keluar kata pisah, terutama dari perempuan. Sedikit-sedikit pisah. Buat apa?" sentil Sule.
Sule juga bicara tentang 'bom waktu' yang sering terjadi dalam komunikasi antara suami dan istri.
"Kalau perempuan ditanya, 'Kamu gak apa-apa?'. Jawabnya, 'Gak apa-apa'. Tapi dalam hati menggerutu, disimpan, dan akhirnya jadi bom waktu. Itu yang bahaya," tambahnya.
Berkaca dari pengalamannya membina rumah tangga selama 21 tahun di pernikahan pertama, Sule menyadari musuh terbesar bukanlah pihak ketiga atau masalah eksternal, melainkan ego masing-masing.
"Yang memisahkan kita itu bukan kitanya, tapi ego. Tidak ada yang cocok tapi saling mencocokkan, tidak ada yang sempurna tapi saling menyempurnakan," tuturnya bijak.
Meski anak-anaknya sudah memberikan lampu hijau dan memintanya untuk mencari teman hidup agar ada yang menjaga, Sule memilih untuk tidak sesumbar. Ia enggan mendahului takdir soal kapan akan melepas status dudanya.
"Kita jangan terlalu takabur untuk hal apapun yang kita lakukan. Proses membentuk pasangan ini tidak cukup sebulan dua bulan, bertahun-tahun pun belum tentu cukup. Kita jalani saja hidup dengan ceria," pungkasnya.
(pus/pus)











































