Penyelidikan atas meninggalnya selebgram Lula Lahfah di sebuah apartemen di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, terus bergulir. Setelah melakukan olah TKP awal, pihak kepolisian kini memberikan informasi terbaru mengenai kondisi jenazah dan kelanjutan prosedur medis.
Banyak spekulasi bermunculan di tengah netizen terkait penyebab meninggalnya sang influencer. Namun, pihak kepolisian memastikan, saat ini belum ditemukan adanya indikasi tindak penganiayaan atau kekerasan.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Akbp Iskandarsyah, memberikan konfirmasi mengenai kondisi fisik terakhir saat dievakuasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada tanda kekerasan," kata AKBP Iskandarsyah saat dikonfirmasi oleh awak media, Sabtu (24/1/2026).
Meski begitu, kepastian penyebab kematian biasanya hanya bisa didapatkan melalui proses autopsi menyeluruh. Terkait prosedur autopsi, pihak kepolisian menyebut ada permintaan khusus dari pihak keluarga almarhumah. Keluarga dikabarkan sudah mengikhlaskan kepergian Lula dan meminta agar jenazah tidak dibedah lebih lanjut.
"Dari keluarga ada permohonan untuk tidak di autopsi," ujar AKBP Iskandarsyah.
Pihak Kepolisian saat ini, masih melakukan komunikasi intensif dengan tim dokter di rumah sakit tempat jenazah disemayamkan untuk mengambil langkah terbaik sesuai prosedur hukum.
"Tapi kami masih koordinasi dengan pihak rumah sakit," pungkasnya.
Saat ini, jenazah Lula Lahfah sedang dimakamkan di TPU Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur. Polisi masih mendalami keterangan saksi-saksi, termasuk asisten rumah tangga dan asisten pribadi yang berada di lokasi saat kejadian.
(ahs/wes)











































