Sebelum Tewas Alda Kenakan Kutang Hitam

Sebelum Tewas Alda Kenakan Kutang Hitam

- detikHot
Selasa, 22 Mei 2007 13:26 WIB
Sebelum Tewas Alda Kenakan Kutang Hitam
Jakarta - Berkali-kali Ferry Surya Prakasa membantah membunuh Alda Risma. Namun berdasarkan kesaksian seseorang dari toko obat Era Baru, Alda tewas setelah disuntik Ferry.Zein pelayan toko Era Baru yang ada di Jl. Pramuka, memberikan kesaksiannya di Pengadilan Negeri Jakarta Timur Selasa (22/5/2007). Zein menceritakan dua hari pengalamannya mendatangi Ferry dan Alda di Hotel Grand Menteng.Zein bertemu Ferry pada 10 Desember 2006. Saat itu sekitar pukul 15.00 WIB, Ferry mendatangi toko obat Era Baru dengan membawa selembar kertas yang berisi permintaan sejumlah obat-obatan dan alat kesehatan. Hal-hal yang diminta adalah dua botol cairan infus, dua selang infus, tiga omz (obat maag), neurobion 5000, obat untuk menghilangkan bengkak bekas suntikan, 30 keping alkohol usap dan lima buah jarum suntik.Keesokan harinya, 11 Desember 2006, Zein dan pemilik toko Era Baru, Indra mengantarkan obat yang kembali dipesan Ferry. Zein tak tahu apa saja pesanannya, karena Indra yang sudah mengemas semua pesanan.Saat tiba di kamar 432 Hotel Grand Menteng, Zein melihat kamar dalam keadaan berantakan, seprai tak rapih, jarum suntik bergelatakkan dan di meja ada botol minuman keras red label. Di manakah Alda?"Alda nyender di tembok, pakai celana renang hitam dan BH hitam," kata Zein.Ferry kemudian mengambil selimut untuk menutupi tubuh Alda. Kemudian pria berkepala plontos itu meminta tolong pada Zein dan Indra untuk memegang tangan Alda karena ia akan menyuntik kekasihnya tersebut.Pada 12 Desember 2006, hari Alda ditemukan tewas, Zein dan Indra kembali datang ke kamar 432 Hotel Grand Menteng. Saat itu Zein melihat Alda mengenakan tank top pink dan celana jeans.Setelah kantung plastik berisi obat diberikan oleh Indra, Ferry menyuntikkan obat pada Alda melalui punggung kaki."Alda seperti fly, tangannya ke atas, lalu jatuh. Terus Ferry mendekatkan telinganya ke dada Alda, Ferry juga menggoyang-goyang badan Alda," ungkap Zein.Melihat Alda tewas, Ferry tampaknya panik. Ia kemudian mengancam Zein dan Indra. "Jangan bilang-bilang orang lain, saya dari polisi militer," ucap Zein menirukan Ferry.Oleh Ferry, kedua orang tersebut kemudian dibayar dengan batangan emas sebesar korek gas. Kata Ferry emas tersebut berharga Rp 15 juta.Setelah Alda tewas, Zein dan Indra kabur ke Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Keduanya menjual batangan emas yang diberikan Ferry di sebuah toko emas di Bukit Tinggi dengan harga Rp 17,5 juta. (eny/eny)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads