Alda Diduga Dipaksa Konsumsi Obat Hingga Dosis Mematikan
Jumat, 15 Des 2006 11:06 WIB
Jakarta - Sejumlah kejanggalan tampak dari tewasnya artis Alda Risma (24). Diduga kuat pelantun 'Aku Tak Biasa' ini dipaksa mengkonsumsi psikotropika hingga melewati dosis lethal atau dosis mematikan.Hal tersebut disampaikan Komisaris Polisi Djatmiko Huda Rusiadi kepada detikcom di Poliklinik Mapolres Jakarta Timur, Jl Matraman Raya, Jakarta, Jumat (15/12/2006) Dokter kepolisian ini meyakini Alda tewas karena intoksikasi pada dosis yang berlebih. Apa pun jenis merek dagang psikotropikanya, tetap akan menyebabkan kematian jika sudah melewati dosis lethal."Jadi nggak harus jenis psikotropika tertentu, ketika itu dipakai melewati dosis lethal pasti menyebabkan kematian," yakinnya.Mengenai jumlah suntikan di tubuh Alda, Djatmiko mengatakan, jumlah suntikan tidak berpengaruh. Menurut dia, yang menjadi penentu adalah akumulasi dosis. Sementara mengenai jenis suntikan yang tergolong besar, Djatmiko menduga metode yang digunakan adalah melalui infus yang juga ditemukan sebagai bahan bukti."Nggak mungkin dia menyuntikkan langsung ke tubuhnya dengan suntikan sebesar itu. Pasti disuntikkan infus dulu, baru suntikannya disuntikkan ke infus," terang dia.Sementara mengenai titik pemakaian, pada prinsipnya narkotika digunakan di urat vena besar sehingga dari hasil visum sangat jelas ada overdosis.Namun yang menjadi kejanggalan adalah beberapa suntikan di tangan kanan. Padahal sampai saat ini Alda dinyatakan tidak kidal."Itu jadi alibi yang menyebabkan dugaan bahwa dia tidak menyuntikkannya sendiri," beber dia.Ditambah lagi adanya tanda-tanda kekerasan yang menunjukkan kemungkinan dia dipaksa atau dianiaya. Adapun zat yang menyebabkan overdosis Alda adalah amphetamin. "Artinya ada pihak lain. Namun itu semua hanya dugaan sementara. Yang pasti hingga saat ini kita masih berpegang pada scientific result, yakni hasil visum bahwa Alda overdosis," jelasnya. (fjr/nrl)











































