Ulfa Dwiyanti Ingin Damai Tapi Cerai
Senin, 13 Nov 2006 14:47 WIB
Tangerang - Sidang perceraian komedian Ulfa Dwiyanti dan Abdul Hakim belum menuju titik akhir. Namun jalan damai sepertinya telah dilirik oleh keduanya. Ulfa bersedia damai, tapi masih keukeuh bercerai dari Hakim.Hari ini sidang pembacaan duplik harusnya berjalan lancar di Pengadilan Agama Tigaraksa Tangerang. Namun karena alasan teknis, duplik yang merupakan jawaban atas replik dari pihak Ulfa belum bisa diajukan. Pengacara Abdul Hakim, Nuzul Hakim menyatakan dirinya belum menerima keputusan apapun dari kliennya yang mendapat gugatan cerai.Sidang yang berlangsung hanya 10 menit itu tidak dihadiri oleh Abdul Hakim maupun Ulfa Dwiyanti. Kedua pengacara Ulfa dan Hakim hanya berembuk sedikit dengan Hakim Ketua Drs H. Khaeruddin.Hakim ketua masih terus memberi nasihat kepada kedua belah pihak dan mengupayakan adanya perdamaian diantara Ulfa dan Hakim. Namun keduanya telah bersikeras dengan keputusannya masing-masing. Hakim ingin berdamai dan bersatu kembali sedangkan Ulfa siap bercerai.Namun didapat kabar terbaru bahwa Ulfa sepakat dengan Hakim untuk berdamai di atas perceraian. Menurut Ulfa perceraian malah bisa jadi cara terbaik agar mereka berdua bisa berdamai."Kita sudah punya visi dan misi yang sama, berdamai untuk cerai. Jalan terbaik bukan selalu tidak bercerai, tapi bagaimana supaya cerai itu menjadi jalan terbaik. Ya yang terbaik, bercerai atau tidak bercerai biar majelis hakim yang memutuskan," ujar Kuasa Hukum Ulfa, Fatoni ketika ditemui wartawan Senin (13/11/2006) seusai sidang di Pengadilan Tigaraksa, Tangerang.Jika pihak Ulfa menuturkan adanya kesepakatan untuk berdamai, lain lagi dengan penjelasan Nuzul Hakim. Ia mengatakan belum ada kesepakatan yang jelas antara kliennya dengan Ulfa. Persidangan yang tertunda hingga minggu depan tetap akan berjalan sesuai jadwal."Belum ada sepakat cerai, deal jelasnya belum. Kita masih mencari format yang baik supaya kekeruhan ini segera berakhir. Kita sedang dalam proses supaya dapat kata (kesepakatan .red) yang sama," tutup Nuzul Hakim. (yla/yla)











































