Kerajaan Inggris Terseret Skandal Rasisme Lagi, Staf Mengundurkan Diri

ADVERTISEMENT

Kerajaan Inggris Terseret Skandal Rasisme Lagi, Staf Mengundurkan Diri

Tia Agnes Astuti - detikHot
Sabtu, 03 Des 2022 10:06 WIB
Istana Buckingham biasanya sering terdengar ketika ada kabar yang berkaitan dengan keluarga kerajaan Inggris. Sebenarnya apa fungsi dari istana ini ya?
Kerajaan Inggris Terseret Skandal Rasisme Lagi, Staf Mengundurkan Diri. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Kerajaan Inggris kembali terseret skandal rasisme. Setelah Meghan Markle yang menuduh mendapat perlakuan rasis dari para staf kerajaan, kini orang kepercayaan Ratu Elizabeth II selama 60 tahun sekaligus wali baptis Pangeran William mengundurkan diri dari kerajaan.

Staf yang diduga melakukan ucapan diskriminasi dan rasisme itu bernama Lady Hussey. Permasalahan ini mencuat setelah perwakilan kelompok Sistah Space, Ngozi Fulani, berkicau tentang perlakuan staf istana kepada dirinya.

Sistah Space merupakan komunitas pendukung perempuan Afrika dan Karibia yang terkena dampak dari KDRT dan seksual. Ngozi Fulani mengaku mendapat perlakuan tak mengenakkan dari Lady Hussey saat menghadiri acara di Istana Buckingham yang digelar oleh Permaisuri Camilla tentang penghapusan KDRT.

"Perempuan itu mendekati saya, menggerakkan rambut saya untuk melihat nama saya, kemudian menanyakan asal Afrika saya berasal," cuit Ngozi Fulani.

Dia menjawabnya dengan tempat domisilinya sekarang, "Saya berasal dari Hackney, timur laut London," jawabnya.

Tapi Lady Hussey tidak puas dengan jawaban tersebut. Dia kembali bertanya, "Tidak, dari Afrika mana Anda berasal?"

Ngozi Fulani mengerti arah pertanyaan itu yang sarat dengan isu rasisme. Cuitan itu pun menjadi kontroversi sampai terdengar ke telinga Raja Charles III dan pihak kerajaan Inggris. Lady Hussey pun meminta maaf atas ucapannya yang dianggap menyinggung tersebut.

Pangeran William yang sedang melawat ke AS bersama istrinya, Kate Middleton, pun melalui juru bicaranya mengaku sudah mendengar isu tersebut. "Pangeran William menegaskan tidak ada ruang bagi rasisme di Kerajaan Inggris," tegasnya.

Nama Lady Hussey dikenal sebagai orang kepercayaan Ratu Elizabeth II. Dia dijuluki staf rumah tangga nomor satu karena kesetiaannya menjadi pembantu pribadi sang ratu. Pada 2013, dia dipromosikan dengan gelar Dame Grand Cross dari Royal Victorian Order.

Putri sulung Lady Hussey mengikuti jejak ibunya dan menjadi sahabat Permaisuri Camilla sampai saat ini.



Simak Video "Harry Ngaku Pernah Dapat Kekerasan Fisik dari William"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/mau)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT