Baim Wong Disebut Lawan Hukum dan Tak Terpuji, Siap-siap Diperiksa Polisi

ADVERTISEMENT

Baim Wong Disebut Lawan Hukum dan Tak Terpuji, Siap-siap Diperiksa Polisi

Febriyantino Nur Pratama - detikHot
Selasa, 04 Okt 2022 16:41 WIB
Jakarta -

Prank Baim Wong dan Paula Verhoeven kepada kepolisian menyoal KDRT rupanya makin serius. Humas Polda Metro Jaya menyebut Baim akan dipanggil kepolisian terkait tindakan tak terpuji dan melawan hukum tersebut.

"Dari terkait Baim Wong ya hal-hal seperti ini tidak terpuji dan melawan hukum. Apalagi dengan tujuan bercanda ya, ini tidak dibenarkan. Yang bersangkutan akan dipanggil kepolisian ke Polres Metro Jakarta Selatan, akan dimintai keterangan," kata Endra Zulpan di kantornya, Selasa (4/10/2022).

Kepolisian juga akan meminta keterangan dari Baim terkait apa maksud dan tujuannya membuat konten prank kepada polisi tersebut. Motivasi Baim membuat konten tersebut bakal dikulik polisi apakah untuk kepentingan pribadi hingga ekonomi.

"Apa maksud dan tujuannya, apakah ada pidana, apakah unsur-unsur terpenuhi atau hanya tujuan untuk konten ataupun podcast dan sebagainya yang kelola oleh yang bersangkutan untuk kepentingan pribadi atau ekonomi ya," bebernya.

Endra juga menyebut kepolisian akan membuka ruang untuk Baim. Itu terkait penerapan restorative justice alias perdamaian.

"Jadi tidak menutup kemungkinan kepolisian akan memberikan ruang kepada yang bersangkutan untuk membicarakan ini dalam rangka nanti mungkin bisa restorative justice," bebernya.

Baim Wong sendiri sebelumnya sudah mendatangi Polsek Kebayoran Lama, tempat membuat prank KDRT. Ia minta maaf ke polisi di situ.

Tak cuma itu, Baim Wong juga kembali mengucapkan kesalahannya di hadapan awak media dan media sosial. Ia menyesali telah membuat konten prank.

"Istri saya juga sudah memperingatkan (oleh publik), cuman saya pribadi yang punya ide. Tapi ke sini saya beneran minta maaf, nggak lebih nggak kurang. Mudah-mudahan juga nggak ada pihak yang merugikan polisi. Memang salahnya kita sih," ujar Baim Wong di Polsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (3/10/2022).

(fbr/mau)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT