Ini yang Dilakukan Dara Arafah Ketika Bertemu ART Pencuri Brankas

ADVERTISEMENT

Round Up

Ini yang Dilakukan Dara Arafah Ketika Bertemu ART Pencuri Brankas

Tim detikcom - detikHot
Selasa, 13 Sep 2022 06:30 WIB
Jakarta -

Kasus pencurian brankas milik Dara Arafah sudah menemui titik terang. Si pencuri yang merupakan ART Dara telah ditangkap polisi.

Darah Arafah pun sudah bertemu pelaku pencuri brankasnya yang diketahui ditangkap oleh satuan polisi Polda Metro Jaya.

Selebgram itu menyebut tak ada obrolan antara ia dan pelaku. Dirinya juga tak tahu apakah pencuri uang yang membuatnya merugi hingga Rp 789 kita itu merasa bersalah atau tidak.

"Iya ketemu, nggak ada obrolan apa-apa sih tadi di dalam," kata Dara Arafah saat ditemui di Polda Metro Jaya.

"Ngerasa bersalah atau nggak kan itu dari pihak dianya ya, kita nggak tahu," ujarnya melanjutkan.

Untuk kasus itu, Dara Arafah menegaskan tak ada kata damai. Hal itu dimaksudkan agar keduanya dihukum dan mendapatkan efek jera atas perbuatannya.

"Damai ya nggak ada ya, biar ada efek jera juga," tutur Dara Arafah.

Kendati demikian, secara pribadi Dara Arafah sudah memaafkan kedua pelaku pencurian tersebut.

"Cuma kalau saya insyaallah saya sudah memaafkan secara pribadi, tapi proses ini tetap harus berjalan, supaya ada efek jera juga," ujar Dara Arafah.

Sekadar diketahui ART Dara Arafah itu bernama Mursidah. Ia bersekongkol bersama rekannya dalam menjalankan aksi pencurian.

Rupanya keduanya pernah bekerja sebagai ART Jennifer Dunn. Mereka juga sempat kedapatan mencuri hingga dilaporkan ke polisi.

Namun pada akhirnya, kasus tidak dilanjutkan karena Jennifer Dunn telah memaafkan keduanya.

"Kedua tersangka ini pernah kerja sebagai ART dari artis Jennifer Dunn namun kasus nggak dilanjutkan karena dimaafkan," ungkap Kombes Pol Endra Zulpan.

Akibat kejadian itu, kedua pelaku terancam hukuman pidana maksimal 7 tahun penjara.

"Atas kejadian ini penyidik sudah melakukan pemeriksaan secara intensif dan menetapkan mereka sebagai tersangka dengan Pasal 363 KUHP jo 55 KUHP pidana maksimal 7 tahun penjara," tutup Kombes Pol Endra Zulpan.

(mau/pus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT