Deolipa Laporkan Feni Rose Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik

ADVERTISEMENT

Deolipa Laporkan Feni Rose Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik

Muhammad Ahsan Nurrijal - detikHot
Selasa, 30 Agu 2022 07:21 WIB
Eks pengacara Bharada E, Deolipa Yumara.
Deolipa saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan. Foto: Wilda Nufus/detikcom
Jakarta -

Mantan pengacara Bharada E, Deolipa Yumara melaporkan presenter Feni Rose ke Polres Metro Jakarta Selatan atas kasus dugaan pencemaran nama baik.

"Saya sudah melaporkan Feni Rose atas dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik," kata Deolipa Yumara saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (29/8/2022) malam.

Demi mendukung laporannya, Deolipa Yumara membawa sejumlah barang bukti berupa foto dan hasil tangkapan layar percakapan yang diduga Feni Rose dengan Tata Liem. Berdasarkan tangkapan layar dari percakapan tersebut, Feni Rose menyebut sosok Deolipa sebagai musisi yang hanya berpura-pura menjadi pengacara

"Isinya, hai Tata Liem, apa-apaan, tuh, talent lu yang mengaku-ngaku pengacara," tutur Deolipa Yumara.

"Nyebut-nyebut produser terima duit, nama lo udah blacklist ya semua artis lo di masa depan di blacklist, dasar lo fitnah sembarangan, itu kan artis lo, lo atur deh. Itu tulisannya Feni Rose melalui dia punya staf namanya Sari di rumpi," sambungnya.

Melihat hal tersebut, mantan pengacara Angel Lelga ini merasa tersinggung dengan kalimat yang diduga dilontarkan oleh Feni Rose yang terkesan merendahkannya sebagai pengacara.

Sebagai bentuk penegasan, Deolipa Yumara menegaskan dirinya merupakan pengacara profesional yang telah malang melintang selama 20 tahun lebih.

"Saya sudah menjadi pengacara 22 tahun, teman-teman polisi kenal saya," pungkasnya.

Deolipa Yumara bersama Tata Liem dan Barbie Kumalasari melaporkan Feni Rose atas dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik. Laporan tersebut pun telah diterima dengan nomor LP/B/2061/VIII/2022/SPKT/Polres Metro Jaksel/Polda Metro Jaya.



Simak Video "Respons Deolipa Yumara soal Feni Rose Penuhi Panggilan Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(ahs/wes)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT