Gus Miftah soal Holywings Ditutup, Muhammad Bukan untuk Main-main

ADVERTISEMENT

Round Up

Gus Miftah soal Holywings Ditutup, Muhammad Bukan untuk Main-main

Tim detikcom - detikHot
Jumat, 01 Jul 2022 05:30 WIB
Gus Miftah
Gus Miftah soal Holywings Ditutup, Muhammad Bukan untuk Main-main. (Foto: Desi/detikHOT)
Jakarta -

Banyak orang di Indonesia yang begitu bergelora menyuarakan soal Holywings, termasuk Gus Miftah. Memang sebelumnya Holywings menjadi ramai diperbincangkan gegara sebuah promo minuman yang berujung amarah.

Holywings membuat promo dapat minum buat orang yang bernama Muhammad. Dari situ, Gus Miftah mengingatkan soal pentingnya nama Muhammad dalam Islam.

"Terkait kemarahan soal nama Muhammad, saya bacakan satu maqolah dari Imam Malik, 'Tidaklah di sebuah rumah ada yang bernama Muhammad mendapat keberkahan yang sangat banyak.' Artinya apa? Sekadar nama saja itu sangat berpengaruh, karena 'Kamu nanti di hari kiamat akan dipanggil berdasarkan namamu dan nama bapakmu.' Maka perbaikilah namamu, dan salah satu nama yang baik adalah nama Nabi Muhammad SAW," kata Gus Miftah ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

"Makannya kenapa banyak orang Islam memberikan nama dengan Muhammad, karena supaya mendapat keberkahan dari nama Muhammad," tegasnya.

Melihat pemasangan promo gratis satu botol miras untuk pemilik nama Muhammad dan Maria dikatakan Gus Miftah adalah bentuk main-main. Gus Miftah sangat menghargai para pihak yang mengambil jalur hukum.

"Ini ada satu pihak dianggap main-main dengan nama Muhammad. Kalau saya secara pribadi menghargai teman-teman yang ambil langkah hukum, meski ada yang di luar itu. Bahwa nama Muhammad tidak bisa untuk main-main. Di-posting malam Jumat dan kenapa jualnya nama besar dalam agama, Muhammad dan Maria?" beber Gus Miftah.

Gus Miftah juga kembali memberikan nasihat soal ketakutan nasib para pekerja Holywings. Dia mengingatkan untuk tidak takut dengan rezeki yang sudah ditentukan Allah SWT.

"Banyak, termasuk pemiliknya segala macam. Nasib karyawan bagaimana dong? Nah itu saya bilang bahwa kita nggak boleh meragukan rezeki. Jangan sampai kita 'MTS' musyrik tanpa sadar. Musyrik tanpa sadar itu adalah ketika dia mengatakan, 'Besok saya makan apa?' Itu namanya meragukan kekuasaan Allah SWT," ucapnya.

Gus Miftah melihat tutupnya Holywings sebagai teguran. Ia menekankan lagi ke karyawan kafe tersebut untuk tak gusar kehilangan rezeki.

"Mungkin ini cara Allah agar teman-teman Holywings mendapatkan pekerjaan yang lebih halal. Tapi, kita jangan meragukan (rezeki), itu kan caranya Allah," tegas Gus Miftah.

Saat ini, 12 outlet Holywings yang ada di Jakarta dicabut izinnya oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Kini, 12 outlet tersebut masih ditutup dan tidak beroperasi.

(mau/pus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT