Sidang Cerai
Dikerubuti Pencari Berita, Tata Terkilir
Senin, 15 Mei 2006 15:33 WIB
Jakarta - Sejak terdengar kabar Regita Cahyani memasukkan gugatan cerai pada Hutomo Mandala Putra alias Tommy, wartawan dan infotainment terus mencarinya untuk diwawancara. Namun jejak Tata tak pernah tercium.Rumah yang kini Tata tempati di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, sudah ditunggui wartawan dan infotainment selama beberapa hari. Hasilnya nihil. Bagaimana perkembangan gugatan cerai Tata hanya bisa dikonfirmasi melalui kuasa hukumnya, Junimart Girsang.Baru pada Senin (15/5/2006) ini Tata muncul dihadapan wartawan dan infotainment. Persidangan perdana yang digelar di Pengadilan Agama Jakarta Selatan mewajibkannya untuk hadir. Sejak pukul 08.00 WIB, puluhan pemburu berita yang mencarinya lumayan lega dan berharap Tata akan membuka alasan gugatan cerainya pada Tommy.Keluar dari ruang sidang A pukul 10.45 WIB, Tata dan Junimart langsung dihadang puluhan wartawan dan infotainment untuk wawancara. Aksi desak-desakan otomatis terjadi. Tata dan kuasa hukumnya yang dikawal beberapa polisi mengalami kesulitan keluar dari kantor PA Jaksel.Walau tak lebih dari 10 menit, akhirnya Tata mau bicara. Mengingat tempat yang sempit dan pencari berita yang berebut untuk mendengarkan keterangan Tata, suasana tetap gaduh. Puluhan kamera yang mengabadikan pernyataan Tata harus bersaing dengan reporter. Aksi desak-desakan terus berlangsung hingga Tata masuk ke mobil yang membawanya pergi dari kantor PA Jaksel.Rupanya, aksi desak-desakan tersebut berdampak pada Tata. Wanita bersuara lembut itu terkilir kakinya. "Tata shock melihat banyaknya infotainment dan wartawan. Kejadian tadi membuat dia terkilir. Padahal Tata mau bicara banyak," kata Junimart saat dihubungi salah satu wartawan yang menghubungi ponselnya usai persidangan.Atas permintaan wartawan dan infotainment yang kurang puas atas pernyataan Tata tadi, Junimart berjanji akan menggelar jumpa pers. Rencananya, Senin sore ini dia akan bicara di kantornya yang terletak di kawasan Kramat Raya, Jakarta Pusat. (ana/)











































