David Blaine Gagal Taklukkan Houdini
Selasa, 09 Mei 2006 14:41 WIB
Jakarta - Aksi terbaru ilusionis David Blaine berakhir gagal. Usaha David tinggal di tangki air selama delapan hari dan berusaha menahan nafas selama hampir 9 menit sambil melepaskan diri dari rantai dan borgol gagal dilakukan. Ratusan fans yang menonton pun kecewa.Ilusionis David Blaine terkenal dengan aksi-aksinya yang berbahaya dan penuh sensasi. Beberapa waktu lalu ia pernah dikubur hidup-hidup selama sepekan, tinggal di dalam balok es selama 61 jam, serta yang terakhir puasa selama 44 hari dan tinggal di sebuah box tembus pandang di atas sungai Thames London.Baru-baru ini Blaine nekat membuat aksi 'hidup di dalam air'. Selama delapan hari Blaine akan tinggal dalam tangki air yang diletakkan di Lincoln Center New York. Puncaknya, Blaine akan menahan nafas selama 8 menit 58 detik sambil melepaskan borgol dan rantai yang mengingkatnya selama ini. Banyak yang menyebut aksi puncaknya ingin menyamai pesulap ulung Houdini yang tewas ketika melakukan aksi tersebut.Namun sayang, pada acara puncaknya, Senin (9/5/2006) waktu setempat, Blaine gagal menuntaskan aksinya, Ia hanya bisa menahan nafas selama 7 menit 8 detik kemudian tim pengamanan melihat kondisi Blaine mulai membahayakan. Dua penyelam lalu ditugaskan turun untuk menyelamatkan Blaine.Setelah diberi oksigen dan perawatan seperlunya, Blaine dibawa menuju kerumunan penggemarnya yang telah menunggu, Walau kecewa karena sang idola tak bisa menuntaskan aksinya, namun para penggemar tetap mendukung penuh ilusionis ganteng itu. Seluruh rangkaian acara puncak tersebut disiarkan langsung oleh stasiun TV ABC."Dengan rendah hati saya berterimakasih pada semua dukungan dari kota New York dan seluruh dunia. Ini adalah pekan yang sulit tapi anda semua membuat saya bisa melaluinya," ujar Blaine dilansir Yahoonews, Selasa (9/5/2006).Beberapa hari sebelum Blaine menuntaskan aksinya, tim dokter juga telah memperingatkan ilusionis kondang tersebut. Walau mengakui kondisi tubuhnya mulai melemah, Blaine keukeuh melanjutkan aksinya."Dia memaksa tubuhnya melampaui batas," tandas Dr. Murat Gunel, kepala tim medis Blaine. (fta/)











































