ADVERTISEMENT

Almira Andani dari Keluarga Religius, Pernah Diprotes Gegara Rok

Mauludi Rismoyo - detikHot
Selasa, 11 Jan 2022 10:20 WIB
Penyanyi jebolan salah satu ajang pencari bakat, Almira Andani tengah melakukan kegiatan olahraga berkuda di Pamulang Equastrian Centre, Tangerang Selatan.
Almira Andani dari Keluarga Religius, Pernah Diprotes Gegara Rok. (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Almira Andani bercerita soal keluarga. Penyanyi jebolan The Voice Indonesia tahun 2018 itu mengatakan berasal dari kalangan yang religius.

Kepada detikcom, Almira Andani mengaku sempat dipandang sebelah mata usai keputusannya untuk berkarier di dunia hiburan Tanah Air. Bahkan saat pelantun Jangan Rubah Takdirku itu ambil kuliah seni pun, ayah dan ibunya kurang menyukai.

"Awalnya pas masuk kuliah ngapain sih musik pakai sekolah, kan bisa les, otodidak, tapi aku pikir apa pun yang kita lakuin butuh dasar ilmu, nggak ada salahnya sih aku ambil. Dan pas aku masuk, banyak yang belum aku tahu juga dan penting untuk diketahui," ujar Almira saat ditemui di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan.

Sampai akhirnya Almira Andani bisa membuktikan keputusannya menjadi penyanyi. Bintang web series My Lecturer My Husband itu berhasil mempunyai karya yang disukai banyak orang.

Dari situ, Almira Andani didukung penuh orang tua. Namun, artis yang hobi berkuda itu mengaku sempat kena semprot keluarga karena pakaian yang dinilai kurang sopan.

"Kalau keluarga ya alhamdulillah senang banget, jadi kayak awalnya mereka aduh di musik yakin nggak nih, apalagi dua-duanya dari keluarga yang lumayan religius, apalagi keluarga mama. Jadi aku kalau tampil di TV, pakaian aku sedikit ada yang aneh, mereka tuh bilang next bajunya lebih sopan ya. Padahal kayak rok, masih pakai sepatu panjang," tutur Almira.

"Tapi selebihnya mereka support. Pas single aku keluar, mereka share di socmed," lanjutnya.

Almira Andani memiliki harapan terhadap karier. Ia ingin menaikkan derajat keluarga usai sempat terjatuh.

"Aku berasal dari keluarga yang sederhana saja. Dulu opa aku dokter, ibu bapak aku lumayan salah satu orang di Klaten, cuma sekarang hidup berputar, semua lagi struggling, jadi aku ngerasa it's my turn untuk menaikkan kembali derajat keluarga aku, ya begitulah," pungkasnya.

(mau/pus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT