ADVERTISEMENT

Rising Star

Aurel Valen Disebut Penyebar Ilmu Sesat dan Nabi Palsu Gegara Ini

Mauludi Rismoyo - detikHot
Jumat, 07 Jan 2022 07:00 WIB
Aurel Valen adalah Rising Star yang kini tengah aktif menjadi YouTuber.
Aurel Valen Disebut Penyebar Ilmu Sesat dan Nabi Palsu Gegara Ini. (Foto: dok. Instagram @aurelvalen)
Jakarta -

Presenter sekaligus YouTuber Aurel Valen bicara soal kelakuan netizen. Ia mengaku selama ini bersyukur punya orang-orang di sekeliling yang memberinya dukungan.

"Netizen super supportive, super sweet! Bersyukur banget, banget, banget punya komunitas yang sangat positif! Sebenarnya aku memang penginnya membangun komunitas yang open-minded, positif, saling support dan non-judgemental. Arahnya ke situ sih," ujar Aurel kepada detikcom.

Namun, Aurel Valen tak menampik kalau ada saja hater. Awal-awal menerima cacian, ia begitu terkejut.

Aurel Valen menyebut kerap dicerca ke arah body shaming. Komentar berbau pornografi pun pernah diterimanya.

"Wah, sering banget. Awal-awal aku kaget, norak gitu. Bingung nggak pernah ketemu, cuma tahu di socmed, kok bisa jahat ketikannya. Tapi sekarang, ya sudahlah. Mendingan nggak usah dilihat daripada kepikiran. Lebih ke body shamming, komennya menjurus ke arah pornografi, kalau aku sebutin pun nggak etis," tutur Aurel.

Saat menjadi YouTuber, Aurel Valen pun pernah diserang. Ia dinilai sesat karena konten yang dibuat.

Aurel Valen bingung sekali dengan komentar tersebut. Ia lalu menanggapi seperti ini usai dibilang sesat.

"Ada juga bilang penyebar ilmu sesat dan nabi palsu. Bingung banget, karena mitologi kan agak sensitif kalau nggak bisa menerima dengan terbuka," kata Aurel.

Aurel Valen lalu bicara soal persaingan dalam menjadi YouTuber. Ia mengaku tak pernah memikirkan masalah tersebut.

Tapi kalau di dunia hiburan, Aurel Valen merasakan hal tersebut. Meski begitu, ia tak ambil pusing.

"Masing-masing content creator punya ciri khasnya sendiri. Jadi kayaknya kalau saingan, beda jalur deh. Kalau di industri hiburan TV, persaingannya ya lumayan ya, kayak orang-orang kerja di perusahaan saja, nggak jauh beda," pungkasnya.

(mau/pus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT