FBR Demo Rumah Inul
Kamis, 27 Apr 2006 20:16 WIB
Jakarta - Ancaman Forum Betawi Rempug (FBR) kepada si Ratu Ngebor, Inul Daratista, ternyata tidak main-main. Karena tidak kunjung meminta maaf, seratusan anggota FBR mendemo rumah Inul. Aksi demo ini digelar di kediaman Inul di Kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis (27/4/2006). Dalam demo yang berlangsung sejak siang hingga menjelang petang itu, FBR menuntut Inul untuk meminta maaf atas tindakannya menggelar demo menolak RUU APP di Hotel Indonesia beberapa waktu lalu. Dedengkot FBR, Junaedi, meminta Inul memenuhi permintaannya dalam waktu sepekan. "Kami akan terus mendatangi rumah Inul sampai dia minta maaf. Itu bentuk pertanggungjawaban perilaku mereka yang melakukan demo di Hotel Indonesia," kata Junaedi yang dihubungi detikhot, Kamis (27/4/2006).Menurut Junaedi, pihaknya marah bukan karena Inul menentang RUU APP. Mereka tersinggung dengan cara yang dilakukan pendemo memperlihatkan bagian tubuh yang dianggap tidak senonoh. Seperti diketahui, pada saat demo beberapa waria sempat memperlihatkan bagian dadanya sebagai aksi protes."Memang bukan Inul yang melakukannya. Tapi Inul yang ada di belakang demo tersebut. Kalau dia menolak RUU APP, bukan begitu caranya. Dia kan bisa berdemo di DPR," ujarnya menentang keras aksi protes pada Inul didukung oleh pihak-pihak yang tidak menyukai Inul. Bagi FBR adalah hak penduduk Jakarta untuk mengusir Inul jika dia memang tidak meminta maaf. "Sejak ada Inul di Jakarta, Jakarta banyak masalah," tambahnya.Pada detikhot, asisten ketum FBR, Fajri, sempat mengomentari pernyataan Gus Dur yang menyebut prilaku FBR mendemo Inul sebagai bentuk premanisasi. Menurutnya, hak Gus Dur menyatakan penilaiannya tentang FBR. Hanya saja, harus dengan bukti yang kuat. "Kalau kita preman, kita rusak rumahnya, ada tindak pidana. Tapi kan tidak ada seperti itu. Kita juga bukan demo, tapi karnaval," terang Fajri yang percaya pada akhirnya Inul akan meminta maaf. (ana/)











































