Jogja Fashion Week 2021 Curi Perhatian Lewat Karya SMK NU Banat

Prih Prawesti Febrian - detikHot
Selasa, 30 Nov 2021 19:40 WIB
Jogya Fashion Week 2021.
Karya SMK NU Banat curi perhatian di Jogja Fashion Week. Foto: ist.
Jakarta -

Gelaran Jogja Fashion Week 2021 kembali digelar. Gelaran ini kembali menjadi perbincangan hangat. Hal tersebut karena ada salah satu dari karya SMK NU Banat, Kudus, Jawa Tengah yang mencuri perhatian.

Dalam pertunjukannya, siswi SMK NU Banat ini menampilkan koleksi terbaru dari Zelmira. Zelmira adalah brand fashion dari SMUK NU Banat itu sendiri.

Mereka mengusung tradisi Luwur. Luwur sendiri artinya adalah, tradisi turun-temurun di Kudus yang merujuk pada sebuah kegiatan tahunan membuka dan mengganti kain kelambu pembungkus nisan dan cungkup makam Sunan Kudus.

Hal ini biasa dilakukan setiap 10 Muharram dalam kalender Hijriyah. Tradisi ini merupakan bentuk penghormatan jasa-jasa yang sudah dilakukan Sunan Kudus bagi masyarakat sekitar.

"Seluruh motif yang ada pada kain koleksi terbaru ini, kami yang buat, bukan dari kain yang sudah ada lalu kami jahit. Tapi, kami ciptakan dan kami cetak sendiri dengan tujuan agar motif dan desain dari pakaian tersebut lebih menyatu dan berkelas," ungkap Najla Mufida Azmi, siswi SMK NU Banat selaku tim desainer Zelmira.

Tim desainer dalam kesempatan ini bukan hanya Najla, tapi ada tiga orang siswi lainnya. Mereka adalah Munira, Fathin Naziha dan Dewi Rosita Almanda. Mereka adalah siswi kelas XII jurusan tata busana.

"Karena motif tersebut hanya ada di koleksi Luwur ini, tidak ada di motif koleksi Zelmira yang lain, apalagi dengan brand lain di pasaran," ungkap Najla lagi.

Ini adalah koleksi kesekian kali yang diluncurkan. Sebelumnya, mereka sudah meluncurkan Sumba Sundara yang memiliki arti Sumba yang indah.

"Zelmira selalu berusaha mengusung konsep mengangkat keindahan alam, adat istiadat dan juga tradisi di Indonesia sebagai sebuah tema yang kami tuangkan dalam desain koleksi-koleksi kami," beber Najla.

Karya ini mendapatkan apresiasi dari desainer Phillip Iswardono. Ia pun mengaku takjub dan tidak mengira jika ini adalah karya siswi SMK.

"Saya cukup terkejut melihat bahwa karya-karya yang ditampilkan ini merupakan hasil karya anak SMK. Hal ini menunjukkan bahwa metode pendidikan di sekolah tersebut, sangat bagus sehingga bisa mendorong para anak didik menghasilkan karya yang dari sisi kualitas tidak kalah dibandingkan para profesional," ungkap Phillip Iswardono.

Djarum Foundation pun memberikan dukungan penuh dengan mendorong Zelmira menjadi pencetus produk karya para siswi-siswi SMK.

"Untuk bisa mencapai sebuah produk yang berkualitas para siswi tidak bisa hanya dengan bekal hard skills, mereka juga harus memiliki keterampilan lunak (soft skills) yang tinggi. Proses pembuatan koleksi selalu melibatkan banyak siswa atau siswi dengan keahlian yang beragam dan memiliki tenggat waktu yang ketat sehingga, para siswa harus bisa berkomunikasi dan berkolaborasi supaya bisa menghasilkan produk yang berkualitas. Selain itu untuk membuat sebuah koleksi baru juga dibutuhkan cara berpikir yang kreatif agar bisa memberikan warna baru pada setiap koleksi," ungkap Galuh Paskamagma selaku Program Associate Bakti Pendidikan Djarum Foundation.



Simak Video "Warung Sate Kambing Muda Buka Pagi Hari Di Bantul "
[Gambas:Video 20detik]
(wes/pus)