Gelak Tawa di Sidang Roy Marten

Gelak Tawa di Sidang Roy Marten

- detikHot
Rabu, 19 Apr 2006 16:27 WIB
Gelak Tawa di Sidang Roy Marten
Jakarta - Puluhan pengunjung sidang Roy Marten tertawa terpingkal-pingkal. Kesaksian kakek 61 tahun dengan logat Betawi yang jadi penyebab. Hahahaha...Sidang digelar di Pengadilan Jakarta Selatan, Rabu (19/4/2006), mulai pukul 13.00 WIB. Roy sebagai terdakwa hadir dengan kemeja warna biru. Agenda sidang kali ini adalah menghadirkan saksi-saksi. Dari dua saksi yang dipanggil, hanya satu yang datang. Yaitu H. Abu Bakar (61), Ketua RW kawasan Ulujami, Pisangan, Jakarta Selatan, tempat tertangkapnya Roy Marten dengan barang bukti shabu-shabu bulan Februari lalu. Saksi Sumarni yang berada di lokasi penangkapan Roy tidak hadir tanpa alasan yang jelas. Seperti biasa, keluarga Roy dan beberapa rekan sesama selebritis turut mengikuti jalannya persidangan. Beberapa pengunjung PN Jaksel yang sebelumnya hanya pernah melihat Roy di layar kaca juga turut memadati ruang sidang. Ruangan yang terasa sesak dan panas itu dihibur oleh kesaksikan H. Abu Bakar. Kakek yang hadir dengan peci ini menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dengan gaya bahasa yang memancing tawa. Misal ketika ditanya apakah dirinya melihat shabu-shabu di lokasi penangkapan, ia menjawab dengan logat Betawi yang kental, "Ya orang-orang bilang sih putau. Tapi dari kecil saya nggak pernah liat yang gituan Pak." Perkataan Abu itu disambut gerr hadirin sidang. Ditanya soal kronologis penggeledahan, Abu menjawab seingatnya. "Habis dari dalam rumah, terus ke mobil. Terus saya ngaso dulu Pak. Capek! Habis ngelihat barang yang ditunjukin, ngaso lagi Pak."Soal barang bukti yang ditemukan dalam mobil, keterangan Abu berbeda dengan keterangan terdakwa Roy Marten. Menurut Roy, barang tersebut dibungkus kertas warna-warni seperti majalah. Sedangkan Abu bilang, barang tersebut dibungkus plastik. Ketika hakim mengkonfirmasi ketidakcocokan keterangan ini, Abu dengan santai berkata, "Saya ini orang awam. Saya nggak tahu masalah warna atau warni." Tawa terakhir hadirin sidang tercipta saat Abu mengakhiri kesaksiannya. Seperti jagoan-jagoan Betawi yang ada di film, Abu berkata dengan lantang, "Permisi!" Tepuk tangan pun bergemuruh di ruang sidang. (ine/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads