Round-Up

Polisi Duga Rachel Vennya Pakai Pelat RFS Agar Dibantu di Jalan

Tim detikcom - detikHot
Minggu, 24 Okt 2021 05:32 WIB
Rachel Vennya penuhi panggilan polisi
Polisi Duga Rachel Vennya Pakai Pelat RFS Agar Dibantu di Jalan (Foto: Instagram rachelvennya)
Jakarta -

Sorotan untuk Rachel Vennya belum juga selesai. Setelah kabar kaburnya dari karantina, kini pelat mobilnya jadi masalah.

Sejauh ini, belum ada penjelasan dari Rachel Vennya mengapa pelat nomor mobilnya memiliki akhirnya RFS. Diketahui pelat dengan akhiran RF digunakan untuk pejabat.

Polisi pun menduga jika alasan banyaknya warga sipil yang menggunakan pelat nomor dengan kode RFS itu agar bisa mendapatkan keistimewaan di jalanan, seperti bebas melewati ganjil-genap.

Padahal menurutnya aturan itu sudah tak berlaku lagi.

"Karena nomor kendaraan ini adalah nomor bantuan. Artinya ini adalah kendaraan dinas, jadi harapannya si pengguna pada saat pemeriksaan di jalan supaya bisa dibantu," ungkap Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro AKBP Argo Wiyono.

"Itu sudah dipatahkan oleh Pak Direktur (Dirlantas Polda Metro Jaya) kalau status kendaraan pelat hitam itu sama semua, tidak ada pengecualian," tambahnya.

Rachel Vennya penuhi panggilan polisiPolisi Duga Rachel Vennya Pakai Pelat RFS Agar Dibantu di Jalan Foto: Mobil Vellfire Rachel Vennya (Yogi Ernes/detikcom)

Sebelumnya Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengungkapkan jika pelat B-139-RFS itu adalah milik Rachel Vennya.

"Jadi, kalau dari database ranmor yang ada di kita, B-139-RFS itu memang betul kepunyaan Rachel Vennya," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (22/10/2021).

Sambodo mengatakan pelat tersebut bukan nopol khusus pejabat. Sambodo kemudian mengungkapkan pelat nomor tersebut tidak seharusnya ada pada mobil Alphard warna hitam.

"Jadi itu bukan nomor khusus, itu nomor biasa karena itu tiga angka," katanya.

Rencananya, Rachel Vennya bakal dimintai keterangannya terkait pelat nomor mobilnya tersebut pada Senin, 25 Oktober 2021.

"Kita panggil klarifikasi aja. Kecuali kalau kendaraan ini terlibat kecelakaan atau tabrak lari baru kita jemput. Tapi ini rencana kita akan klarifikasi hari Senin," tutur Argo Wiyono.

Saksikan juga: Jejak Langkah dr. Boyke, Sang Edukator Seks Indonesia

[Gambas:Video 20detik]



(dar/dar)