Round-Up

Sengkarut Kasus Rachel Vennya, Diperiksa Hampir 9 Jam-Seret 2 Oknum TNI

Tim detikcom - detikHot
Kamis, 21 Okt 2021 23:41 WIB
Rachel Vennya di Polda Metro Jaya (Yogi Ernes/detikcom)
Rachel Vennya di Polda Metro Jaya (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Rachel Vennya tersandung kasus usai dituding kabur dari masa karantina usai bepergian ke Amerika Serikat. Ia dan kekasihnya, Salim Nauderer pun dipanggil oleh pihak kepolisian. Keduanya datang pada Kamis (21/10) ke Polda Metro Jaya untuk mengklarifikasi soal kabur dari karantina.

Namun, tak ada satu kata terlontar dari Rachel Vennya saat ditemui awak media. Rachel Vennya terlihat datang bersama dengan Salim Nauderer sekitar pukul 14.19 WIB. Dikawal oleh beberapa pria sempat terjadi insiden ketika Rachel Vennya akan memasuki gedung Direktorat Kriminal Umum di Polda Metro Jaya.

Salim Nauderer tampak merangkul Rachel Vennya ketika menerobos kerumunan wartawan. Rachel Vennya yang menggunakan masker tertunduk.

Sempat terjadi insiden ketika Rachel Vennya dan Salim Nauderer sampai di Polda Metro Jaya. Dikawal beberapa pria, Rachel Vennya dan Salim Nauderer menerobos kerumunan wartawan. Bahkan ada beberapa wartawan yang sempat terjatuh.

Rachel Vennya dan Salim Nauderer bersama seorang manajernya, akan dimintai klarifikasi terkait kabar mereka kabur dari karantina di RSDC Wisma Atlet Pademangan. Sebelumnya, Rachel Vennya sudah meminta maaf dan mengakui dirinya benar-benar tidak melakukan karantina di channel YouTube Boy William.

Akan tetapi, pengakuan Rachel Vennya diragukan dan dianggap berbohong demi melindungi oknum-oknum yang membantunya kabur. Salah satu oknum TNI berinisial FS yang membantunya kabur kini diketahui sudah dinonaktifkan.

Rachel Vennya Minta Maaf dan Akui Khilaf

Rachel Vennya dan Salim Nauderer akhirnya keluar dari kantor polisi usai menjalani pemeriksaan selama hampir 9 jam. Keduanya terpantau keluar pukul 22.58 WIB.

Akhirnya Rachel Vennya langsung bicara depan awak media. Dengan wajah lelah Rachel meminta maaf kepada masyarakat Indonesia.

Rachel Vennya di Polda Metro Jaya (Marteen Ronaldo/detikcom)Rachel Vennya di Polda Metro Jaya (Marteen Ronaldo/detikcom) Foto: Rachel Vennya di Polda Metro Jaya (Marteen Ronaldo/detikcom)

"Rekan rekan semuanya saya Rachel Vennya dan Salim ingin menyampaikan permintaan sebesar besarnya kepada semua masyarakat atas kesalahan dan kekhilafan kami dan juga meresahkan masyarakat," kata Rachel Vennya di Polda Metro Jaya, Kamis 21 Oktober 2021.

Rachel juga melanjutkan bahwa dia menjalani proses hukum yang berlaku. Dia juga meminta doa.

"Dan kami sekarang akan menjalani proses hukum yang berlaku terima kasih mohon doanya," pintanya.

Rachel Venya rupanya dicecar 35 pertanyaan oleh kepolisian, terkait kabur dari Wisma Atlet Pademangan. Hal itu disampaikan pengacara Rachel Venya, Indra Raharja.

"Tadi Rachel pemeriksaaan ada sekitar 35 pertanyaan dan yang tadi rachel sampaikan bahwa klien kami berkomunikasi menyelesaikan secara tepat kami bersyukur Alhamdulillah dari pihak kepolisian sangat profesional dalam proses penyelidikan ini," kata Indra mendampingi Rachel di Polda Metro Jaya pada Kamis 21 Oktober 2021 malam.

Sementara itu materi pertanyaan dari polisi kepada Rachel, Indra enggan mengungkapkan.

"Materi materi tidak akan kami sampaikan di sini. Hal yang bersifat elementer udah Rachel sampaikan kepada polisi," bebernya.

"Bersifat kronologis seperti itu," pungkasnya.

Fakta Oknum TNI yang Bantu Rachel Vennya

Fakta baru terungkap seputar kasus kaburnya Rachel Vennya dari karantina. Ternyata FS bukan satu-satunya oknum TNI yang membantu Rachel Vennya melancarkan aksinya.

Kolonel ARH Herwin BS, Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Kapendam) Jaya, menyebut ada oknum lain yang masih dari TNI membantu Rachel Vennya kabur karantina.

"Hasil penyelidikan kemarin, pendalaman, ada dua oknum yang bekerja sama," ujarnya.

Sejauh ini, dua oknum berinisial FS dan IG itu masih dalam pemeriksaan. Mereka sudah dinonaktifkan dari Satgas Kogasgabpad, tapi masih berstatus anggota TNI aktif.

"Dinonaktifkan dari Satgas Kogasgabpad, bukan dinonaktifkan dari TNI, tapi dari Satgas Kogasgabpad," paparnya.

Herwin enggan untuk memberikan komentar mengenai nasib dua oknum TNI itu. Ia ingin menghormati proses yang harus dilewati FS dan IG di Polisi Militer.

"Belum dong, nanti akan dilakukan penyidikan oleh Polisi Militer," katanya.

"Nanti hasil penyidikannya yaitu Polisi Militer, sekarang kami belum dapat hasil resumenya," lanjut Herwin.

Tonton Video 20Detik Terakit Rachel Vennya di sini:

[Gambas:Video 20detik]





Simak Video "Rachel Vennya Wajib Hadir di Sidang Perdana"
[Gambas:Video 20detik]
(ass/dar)