Warning! Perilaku Rachel Vennya Kabur dari Karantina Tidak untuk Dicontoh

Hanif Hawari - detikHot
Jumat, 15 Okt 2021 11:27 WIB
Jakarta -

Rachel Vennya terkonfirmasi kabur dari karantina jadi perhatian serius. Hal ini bisa berdampak dan menjadi contoh yang tak baik.

Kaburnya Rachel Vennya ternyata juga karena mendapat bantuan dari oknum TNI. Hal itu yang membuat semakin memprihatinkan.

"Sesuai dengan rilis kami itu adalah hasil penyelidikan di lapangan dari staf intel di Kogasgabpad, sehingga didapatkanlah indikasi temuan adanya oknum anggota TNI yang melakukan semacam kerjasamalah dengan saudari Rachel ini," kata Kapendam Jaya Kolonel (ARH) Herwin Budi di Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Kamis (14/10/2021).

Aksi tersebut terjadi setelah Rachel Vennya bersama Salim Nauderer dan manajernya pulang dari New York, Amerika Serikat. Oleh karena itu, sampai saat ini masih terus dilakukan penyidikan.

Rachel Vennya diduga dibantu oknum TNI berinisial FS untuk kabur dari karantina. Sepulang dari Amerika Serikat, Rachel Vennya disebut melakukan karantina di RSDC Wisma Atlet Pademangan selama 3 hari yang seharusnya 8 hari.

Selain itu, Rachel Vennya juga bukan termasuk dalam kriteria pendatang dari luar negeri yang boleh karantina di RSDC Wisma Atlet.

Pihak Pangdam Jaya berharap sikap Rachel Vennya jadi perhatian yang tidak harus dicontoh. Adapun petingnya melakukan karantina demia kebaikan bersama bukan sekadar hanya untuk diri sendiri.

"Yang pasti kami pesan dari Bapak Pangdam Jaya selaku Pangkogasgabpad meminta maaf atas ketidaknyamanan bahwa ada berita seperti ini. Yang kedua Pangdam melalui perintah beliau untuk menegakkan dan menetapkan kembali aturan-aturan dan akan mengecek secara ketat prosedur-prosedur tersebut," ucap Kapendam Jaya Kolonel (ARH) Herwin Budi.

"Dan juga kami mengimbau kepada mungkin warga atau tamu-tamu yang baru pulang dari luar negeri atau bepergian dari luar negeri ya setidaknya ikutilah aturan karantina meskipun itu mungkin dia merasa sehat. Namun, aturan karantina itu kan untuk mencegah penyebaran COVID yang mungkin masuk ke dalam tubuhnya dia tidak tahu sehingga itulah kita supaya tidak menyebar di negara kita ini," lanjutnya.

Mereka mengimbau untuk semua yang baru datang dari luar negeri wajib melakukan karantina.

"Saya harapkan pengertian juga dari tamu-tamu, maupun para warga kita yang baru kembali dari luar negeri. Ya ikuti aturan harus dikarantina dulu. Seperti itu imbauan kami," tegas Kapendam Jaya Kolonel (ARH) Herwin Budi.

Di halaman selanjutnya, Rachel Vennya sudah minta maaf tapi tak akui benar kabur dari karantina.

Rachel Vennya setelah beberapa hari bungkam akhir muncul dan meminta maaf. Akan tetapi, permintaan maaf Rachel Vennya tak disertai dengan klasifikasi dan pengakuan soal kabur dari karantina.

"Hallo teman-teman semua.. Aku mau minta maaf sama kalian semua atas semua kesalahan aku. Kadang aku nyakitin orang lain, merugikan orang lain, egois & sombong. Aku minta maaf yg sebesar-besarnya. Dan semoga semua hal buruk yg pernah aku lakukan di hidup aku menjadi pelajaran buat aku. Untuk selalu berfikir saat melangkah ke depan dengan baik. Untuk sahabat2 online aku yg belum pernah ketemu aku tapi selalu mendukung aku dari dulu, aku mau bilang terima kasih," tulis Rachel Vennya dalam Instagram Story miliknya.

Setelah pulang dari New York, Rachel Vennya tak berapa lama pergi merayakan ulang tahun bersama dengan para sahabatnya di Labuan Bajo. Kemudian melanjutkan plesirannya ke Bali.

(pus/dar)