Didemo Soal Playboy, Inul Nangis
Kamis, 13 Apr 2006 15:25 WIB
Jakarta - Usai didatangi 30 orang berpakaian hitam, penyanyi dangdut Inul Daratista meralat pernyataannya yang ingin berpose di majalah Playboy. "Inul minta maaf," ujarnya sambil terisak.30 orang tersebut adalah anggota ormas Garda Bangsa. Andi Sutomo, Ketua Garda Bangsa yang juga ikut dalam aksi demo tersebut menyatakan keprihatinannya atas pernyataan Inul di beberapa infotainment. "Kami sayang dengan Inul. Kalau misalkan Inul mau difoto di Playboy, berarti iya mengiyakan majalah beredar di Indonesia. Maka itu akan merusak generasi bangsa," ujar Andi ditemui di halaman luar rumah Inul, Jl. Kartika Utama Kav. V PT 27 Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis (13/4/2006) siang. Andi dkk menyambangi rumah Inul pada pukul 13.30 WIB. Saat itu, Inul tidak ada. Namun setelah ditunggu sekitar 30 menit, dengan menumpangi mobil berwarna merah, Inul dan suaminya Adam tiba di rumah. Dua orang perwakilan Garda Bangsa pun masuk ke rumah Inul. Selang 10 menit, Inul keluar dan membuat pernyataan. Inul menjelaskan kalau pernyataannya yang lalu adalah bentuk keputusasaan lantaran terus menerus diprotes. "Itu merupakan bentuk keputusasaan selama ini karena sudah berpakaian sopan, tetapi masih dicerca," ujar Inul. Si goyang ngebor ini pun berjanji tidak akan tampil di majalah Playboy lantaran ia merasa majalah berlogo kelinci bertuksedo itu memang tidak cocok dengan budaya Indonesia. Inul juga mengutarakan permohonan maafnya kepada masyarakat. "Walaupun sudah jarang show, tetapi masih banyak yang peduli terhadap saya. Bahkan perkataan saya pun diperhatikan dan sedikit kesalahan membuat kecewa. Inul minta maaf," katanya sambil terisak. Puas dengan statement Inul, sekitar pukul 14.20 WIB Garda Bangsa bubar jalan. Namun sebelumnya, mereka bersalam-salaman dengan wanita asal Pasuruan tersebut. (ine/)











































