Tukul Arwana Alami Hipertensi, Kini dalam Pemantauan Ketat Dokter

Hanif Hawari - detikHot
Selasa, 28 Sep 2021 11:21 WIB
Tukul Arwana saat tampil di acara Hitam Putih.
Tukul Arwana Alami Hipertensi, Kini dalam Pemantauan Ketat Dokter (Foto: Pool/Ismail/detikFoto)
Jakarta -

Tukul Arwana masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON). Ia dalam pemantauan ketat tim dokter usai menjalani operasi perdarahan otak.

Hal itu diungkapkan oleh dr. Arief rahman kemal, Sp.S. Dalam konferensi pers virtual, Senin (28/9/2021). Ia membeberkan beberapa tindakan apa saja yang akan dijalankan oleh tim dokter untuk kesembuhan Tukul Arwana.

"Saat ini pasien masih dalam pemantauan ketat, immunity disiplin. Pasien ke depannya akan dievaluasi pemeriksaan neurodiagnostik secara menyeluruh. Yang terakhir tindakan pemulihan ke depannya di ruang neurorestorasi untuk perbaikan yang lebih signifikan," ujar dr. Arief rahman kemal, Sp.S.

Dalam konferensi per itu, tim dokter dan manajer Tukul Arwana juga menjelaskan awal mula sang pelawak mengalami perdarahan otak. Sebelum drop dan dilarikan ke rumah sakit, Tukul Arwana sering kali mengalami pusing.

Rizky Kimon, manajer Tukul Arwana menganggap hal itu hanya pusing biasa. Tukul Arwana pun tidak pernah terlalu mengeluhkan pusingnya itu.

"Kami mengira memang pusing biasa, karena selama ini beliau tidak pernah ngeluh. Kalau saya pribadi memang mengatur pola istirahatnya beliau dalam arti satu hari ya satu gitu (ambil kerjaan), nggak mungkin sampai empat. Saya bilang istirahat jangan begadang-begadang," kata Rizky Kimon.

Namun pada hari Rabu (22/9), kondisi Tukul Arwana semakin melemah. Ia dibawa ke RS Brawijaya kemudian dirujuk ke RS PON.

Setibanya di RS PON, Tukul Arwana ternyata mengalami hipertensi. Yaitu tekanan darah tinggi yang terjadi secara mendadak.

"Sebenarnya kondisi pasien kami terima dalam kondisi hipertensi ya. Jadi hipertensi emergency itu terdeteksi di IGD itu sekitar 200-an tensinya," ungkap dr. Arief rahman kemal, Sp.S.

"Pada saat dilakukan pemeriksaan secara lengkap, akhirnya dari CT scan didapatkan terjadi perdarahan luar sekitar 80cc ya kemungkinan besar itu adalah satu respon perdarahan yang spontan karena hipertensi," lanjutnya.

Saat itu, tim dokter langsung mengambil langkah cepat untuk melakukan operasi. Bersyukur, operasi berjalan dengan lancar dalam kurun waktu 2 jam.

(hnh/dar)