Bing Slamet, Warkop DKI, dan Hari Komedi

Sudrajat - detikHot
Selasa, 28 Sep 2021 09:13 WIB
paski
Foto: Iskak, Bing Slamet, Ateng, dan Edy Sud. Foto: Tangkapan layar TVRI
Jakarta -

Pertengahan Desember 1974, tiga personel Kwartet Jaya, yakni Ateng dan Iskak menyambangi Achmad Syeh Albar alias Bing Slamet di kediaman Edy Sud. Sudah beberapa waktu Bing yang terkena sakit lever tetirah di rumah Edy agar bisa beristirahat dengan baik.

Hari itu, Kwartet Jaya ada jadwal manggung di Kota Tegal. Ateng, Iskak, dan Edy Sud membujik Bing Slamet untuk beristirahat saja. "Gak usah khawatir, Mas. Nanti honornya tetap kita bagi empat kok," ujar Ateng seperti dikisahkan kembali oleh Kang Maman dalam acara Anugerah Komedi Indonesia di Gedung TVRI, Senin malam (27/9/2021).

Mendengar pernyataan Ateng, Bing langsung menyergah. Tekadnya ikut serta bukan persoalan honor tapi lebih menyangkut soal komitmen. "Kita diundang berempat, jangan kecewakan penonton," tegas Bing Slamet.

Di atas panggung, Bing tampil terhuyung. Dia berdiri sambil bertumpu pada organ. Komedian, pencipta lagu, dan aktor film itu tak mampu berdiri tegak. Tapi penonton tertawa lepas.

Mereka menganggap hal itu sebagai bagian dari akting lawakan sang Komedian serba bisa itu. Begitu pun ketika Bing Slamet kemudian tersungkur dan tertelungkup di panggung, tawa penonton kian pecah menggema.

Bing Slamet segera dilarikan untuk mendapatkan pertolongan. Tapi tak lama berselang, Bing berpulang. Dia mengembuskan napas di rumah sakit pada 14 Desember 1974.

Penyanyi senior Titiek Puspa mengabadikannya lewat lagu bertajuk, "Bing": Tiada hari seindah dahulu lagi / Tiada mungkin kembali / Tiada nama seharum namamu lagi / Tiada, tiada Bing lagi...

Tadi malam, PaSKI (Persatuan Artis Seniman Komedi Indonesia) memberikan anugerah Komedian Legendaris Terpilih untuk Bing Slamet. Penghargaan diserahkan Tarsan Srimulat dan Indro Warkop kepada Adi Bing Slamet.

Tak cuma itu, Ketua Umum PaSKI, Jarwo Kwat menyerahkan rekomendasi kepada perwakilan pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait usulan menjadikan 27 September sebagai Hari Komedi Nasional. Tanggal itu dipilih sebagai penghargaan lain kepada komedian legendaris Bing Slamet yang lahir pada 27 September 1927.

Mantan Menteri Perhubungan Jenderal (Purn) Agum Gumelar yang hadir di acara itu, punya kesaksian atas Bing yang baru pertama kali diungkapkannya kepada publik.

"Waktu itu saya masih berpangkat Letnan diminta menemani Kolonel Agus Hernoto membawa pulang jenazah Bing Slamet dari rumah sakit ke kediaman di Matraman, Jakarta Timur," ujarnya.

Agus Hernoto adalah salah satu legenda di lingkungan Resimen Pasukan Khusus Angkatan Darat atau Koppasus. Agus kehilangan kaki kiri dalam sebuah pertempuran membebaskan Irian Barat dari Belanda pada awal 1961-1961.

Pada bagian lain, Kang Maman mengungkap kisah Warkop DKI. Tiga personel Warkop DKI (Dono, Kasino, Indro) yang terlihat kompak di atas panggung, dan melahirkan banyak film layar lebar, ternyata pernah tidak saling bertegur sapa untuk jangka waktu cukup lama.

"Mas Kasino dan mas Indro lama sekali tak bertegur sapa. Mas Kasino dan mas Dono, lama tak bertegur sapa," tuturnya.

Toh begitu, jangan sekali-kali orang berghibah apalagi memfitnah di hadapan salah satu dari ketiganya. Mereka akan mengamuk dan membela satu sama lain. Persahabat mereka utuh kembali ketika saling membuka hati, saling memaafkan, dan berpelukan dalam tangis di dekat panggung Taman Impian Jaya Ancol. Sekilas, Indro terlihat berkaca-kaca menyimak tuturan Kang Maman.



Simak Video "TNI Buka Suara soal Klaim Rachel Vennya Tak Karantina di Wisma Atlet "
[Gambas:Video 20detik]
(jat/nu2)