Batal Laporkan Mr X, Gustiranda Laporkan Nia
Selasa, 11 Apr 2006 13:21 WIB
Jakarta - Kedatangan Gustiranda ke Polda Metro Jaya ternyata bukan untuk melaporkan Mr X yang diduga melakukan perzinahan dengan Nia Paramitha. Gusti justru melaporkan istrinya sendiri dengan tuduhan melakukan aborsi tanpa persetujuan suami.Pengacara Gusti, Juniver Girsang menyatakan, Nia dilaporkan telah melanggar pasal 346 dan 348 KUHP yaitu telah melakukan pengguguran atau aborsi dengan dibantu pihak lain tanpa persetujuan suami."Setelah kami ricek ternyata ini tanpa sepengetahuan Gustiranda," kata Juniver di depan kantor Sentral Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (11/4/2006).Juniver mengaku hanya melaporkan Nia seorang. Dua nama politisi yang disebut-sebut sebagai Mr X dan Mr Y yang diduga berselingkuh dengan Nia tidak dilaporkan. Pihak RS Pondok Indah (RSPI) dan dokter yang membantu aborsi juga tidak dilaporkan."Untuk yang lain, kita serahkan pihak kepolisian untuk menyelidiki siapa yang terkait," tandas Juniver.Tujuan Gusti melaporkan Nia, kata Juniver, untuk mengetahui alasan aborsi yang dilakukan pemeran tokoh Lulu dalam sinetron 'Lupus' itu. Selain itu, laporan aborsi itu juga untuk menegaskan posisi Gusti sebagai korban."Itu untuk tegaskan klien kami adalah korban dari hal-hal yang sudah terjadi," jelas Juniver tanpa mau merinci hal-hal yang sudah terjadi yang dimaksud.Dalam laporan itu kuasa hukum mengajukan bukti berupa keterangan dari dokter RSPI dan pernyataan dari Nia. "Pernyataan itu disampaikan ketika Nia diminta dibawa ke RS dan saat itu terjadi pendarahan yang membuat Gusti kaget."Adapun tempat kejadian dalam laporan itu adalah RSPI. Sementara saksi yang diajukan 4 orang, yaitu Emil Taufik, Laurencius, Soemanhadi dan Prada Parakitry. Siapa detail 4 saksi itu tidak dijelaskan.Selain Juniver, Gusti juga didampingi kuasa hukum yang lain, yakni Sugeng Teguh Santoso.Kebenaran & KejujuranSementara itu, Gusti yang mengenakan kemeja putih dipadu jaket kulit warna hitam, menyatakan enggan memberikan komentar apa-apa. Ia hanya menyatakan tujuan pelaporan itu untuk mencari kebenaran."Saya hanya ingin mencari kebenaran dan kejujuran," kata Gusti. Setelah pernyataan itu, Gusti langsung menunjukkan jarinya kepada Juniver setiap mendapat pernyataan dari wartawan. Selanjutnya Gusti yang tampak murung sibuk menghisap rokoknya. (iy/)











































