Deddy Corbuzier Melawan COVID-19 dan Badai Sitokin

Tim detikcom - detikHot
Senin, 23 Agu 2021 13:34 WIB
Jakarta -

Melalui kanal YouTube miliknya, Deddy Corbuzier mengaku pernah terpapar COVID-19. Ia mengaku virus tersebut hampir membuat dirinya meninggal dunia.

Deddy Corbuzier menyebut pertama kali terpapar karena merawat keluarganya yang juga terinfeksi COVID-19.

"Saya sakit kena COVID-19. Saya ngurus keluarga yang pada saat itu keluarga hampir semua kena COVID-19," kata Deddy Corbuzier.

Sebelum terpapar COVID-19, dia mengaku sempat mencari obat dan rumah sakit untuk keluarganya yang sakit. Bahkan ia sempat mengalami demam tinggi dan dilarikan ke rumah sakit.

Setelah dua minggu setelah pengumuman berhenti dari media sosial, Deddy Corbuzier mengatakan kondisi kesehatannya menurun drastis.

"Saya sakit, kritis. Hampir meninggal karena badai cytokine, lucunya dengan keadaan sudah negatif. Yes, it's covid," kata Deddy Corbuzier.

Tak hanya mengaku sakit, kritis, dan hampir meninggal dunia, Deddy Corbuzier juga mengatakan paru-parunya mengalami kerusakan yang parah. Paru-paru Deddy Corbuzier rusak sebanyak 60% selama dua hari.

"Jendral Lukman Waka RSPAD, dr Wenny Tan hingga dr Gunawan turun tangan semaksimal mungkin untuk menstabilkan keadaan saya keluar dari masa kritis," kata Deddy.

Deddy Corbuzier menuturkan kerusakan paru-paru yang terbilang parah dan tanpa penurunan oksigen, membuat hidup sang mentalist di antara hidup dan mati.

"Karena pertolongan dokter, membuat saya melewati masa kritis. Hidup dan mati. Tapi kemudian, kisah saya berlanjut," ucapnya.

Deddy Corbuzier mengaku bisa sembuh karena pola hidupnya yang sehat. Ia juga mengkonsumsi beberapa vitamin dengan dosis tinggi.

"What safe me is my life style.. And they gave me vitD. Zync High dose when I'm in a critical situation..," kata Deddy Corbuzier.

Pasalnya saat terpapar COVID-19, Deddy Corbuzier terkena badai sitokin. Menurutnya jika pola hidupnya tak sehat, bisa saja virus itu menggerogotinya hingga meninggal dunia.

"Dengan kena badai Cytokine kalau pola hidup saya rusak dr dulu.... I will be gone...," tutur Deddy Corbuzier.

"So my friend.. Hope u all well jaga kesehatan kalian semua," paparnya lagi.

Deddy Corbuzier menegaskan kesehatan itu memang menjadi alasan terbesar dirinya vakum dari media sosial.

"Mohon maaf saya baru bisa memberitahu keadaan sebenarnya pada masyarakat, Intinya dua minggu saya break semua nya karena saya Hrs konsentrasi pada kesehatan saya. Saya sakit.. Kritis, hampir meninggal karena badai Cytokine, lucu nya dengan keadaan sudah negatif. Yes it's covid," tulis Deddy Corbuzier di Instagramnya.

(dar/pus)