Parade 17an Detikcom

Syahdunya Kolaborasi Fourtwnty dan Melly Goeslaw di Parade 17an Detikcom

Tim Detikhot - detikHot
Selasa, 17 Agu 2021 18:05 WIB
Parade 17an dimeriahkan Melly, Anto Hoed, hingga Fourtwnty.
Foto: Asep/detikcom
Jakarta -

Sajian kolaborasi antara Melly Goeslaw bersama Anto Hoed dan Fourtwnty sukses meramaikan panggung utama Parade 17an Detikcom sore hari ini. Syahdunya penampilan mereka membuat Detikers bernostalgia dengan konser musik sebelum pandemi COVID-19.

Setelah pembuka Parade Senja oleh komika Rigen dan lagu Zamrud Khatulistiwa yang dibawakan oleh Melly Goeslaw dan Fourtwnty, aksi mereka masih berlanjut. Obrolan pun terselip di antara keduanya.

"Living legend nih," puji vokalis Fourtwnty kepada Melly Goeslaw.

"Teh, apa sih memori yang paling diinget ketika masih kecil soal 17 Agustus-an. Ngapain aja sih? tanya Ari Lesmana.

"Zaman dulu tuh ada pawai, keliling ke jalan. Pakai baju daerah, aku selalu jadi Princess (putri), pakai baju bodo asal Makassar," jawab Melly.

Di sela-sela penampilan, Melly Goeslaw mengungkapkan makna kemerdekaan menurutnya.

Melly Goeslaw di Parade 17an detikcomMelly Goeslaw di Parade 17an detikcom Foto: Asep/detikcom

"Namanya merdeka harus punya ruang dan waktu yang cukup baik. Yang ada, dimanage, dikelola, dilakukan jadi satu jalan yang baik. Untuk berkarier, bernafkah, yang mau berpolitik mangga. Gunakanlah kemerdekaan sebaik-baiknya sehingga jadi bangsa yang berkualitas. Amin," kata musisi berusia 47 tahun.

Ari Lesmana pun tak ketinggalan memberikan pandangannya soal momen kemerdekaan Indonesia.

"Kalau buat anak-anak sekarang sih lebih ke orang-orang yang culas, sama kepentingannya sendiri. Next generasiku yang ada di parlemen, di pemerintahan, hatinya dibersihin. Toh, dapat suatu dari negara jangan sampai masuk ke kantong kalian alias koruptor. Dijauhkan dari isi kepala kalian," kata Ari.

Penampilan berikutnya berasal dari lagu ciptaan Fourtwnty yang berjudul Hitam dan Putih dan Tentang Seseorang dari film Ada Apa Dengan Cinta?. Di sela aksi keduanya, Rigen pun kembali ke panggung Parade Senja yang membuat guyonan puisi yang bakal mengocok perut Anda.

Rigen mengubah puisi yang populer dalam film Rangga dan Cinta dengan gubahan tak biasa. Berikuti potongan puisinya:

Kulari ke hutan aku cemas akan setan
Kulari ke mantan tapi itu lebih seram dari setan
Aku penat dengan pandemi
Semua cita jadi untaian mimpi
Aku lelah begini
Menghindari dunia luar yang harusnya tak terbatasi
Kabar duka datang silih berganti
Tertular penyakit sampai kehilangan prifesi
Biasanya stand up comedy malah baca puisi
Walau cuma sedikit dapat fee
Seenggaknya dapat kenalan dengan Fourtwnty dan Melly
Kamu pun geram dengan semua ini
Pecahkan saja gelasnya dengan ramai
Biar semua melotot sampai melotot
Aku mau melakukannya
Tapi apa boleh buat, hanya gelas plastik di rumahku
Merangkai semua tanya akan usai rapatku
Namun kenyataan terpaksa keluar dari zona nyamanku
Tak seharusnya

Ari dan Melly pun menyanyikan lagu Syukur dan Merah Putih yang menjadi akhir dari rangkaian Parade Senja. Kolaborasi keduanya sukses menghapus dahaga para pencinta musik akan konser offline yang terhambat karena pandemi.



Simak Video "Keceriaan Keluarga JK Gelar Lomba di Rumah"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/tia)